Polri Sebut Informasi KPK Soal Kekuatan Pelindung Nunun Nurbaetie tak Jelas

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkapkan adanya kekuatan asing yang melindungi keberadaan Daftar Pencarian Orang (DPO) yang menjadi tersangka kasus cek pelawat, Nunun Nurbaetie. Namun Polri mengatakan informasi tersbeut tidak jelas dan tidak perlu ditindaklanjuti.

"Itu kan katanya (KPK). Kalau informasi tidak jelas, tidak akan dilanjutkan," kata Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Saud Usman Nasution dalam jumpa pers di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (1/11).

Saud menambahkan untuk melakukan pelacakan terhadap kekuatan Nunun, membutuhkan keahlian khusus dan menggunakan sarana komunikasi. Selama ini, lanjutnya, telepon seluler milik Nunun tidak aktif sehingga tidak dapat dilacak. Namun jika ponsel itu telah beroperasi kembali, maka akan dilacak.

Saat ditanya kenapa tidak melacak dari ponsel milik suami Nunun, Adang Daradjatun yang masih berkomunikasi dengan isterinya, ia tidak menjawabnya. Pun saat ditanya apakah adanya keengganan dari Polri yang memeriksa Adang untuk melacak Nunun, ia membantahnya.

"Tidak lah, kita tetap konsekuen. Kalau memang ada kita tangkap, tidak ada masalah," kelit mantan Kepala Densus 88 Antiteror ini.

Sebelumnya, Ketua KPK, Busyro Muqoddas mengungkapkan adanya kekuatan asing yang melindungi Nunun Nurbaetie sehingga tidak dapat ditangkap. Namun Polri terus berkelit penangkapan Nunun Nurbaetie masih dalam proses pelacakan melalui interpol.

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.