Polri Sebut Istri Ferdy Sambo Sudah 3 Kali Diperiksa Terkait Kematian Brigadir J

Merdeka.com - Merdeka.com - Polri memastikan akan mengaudit dua Laporan Polisi (LP) limpahan dari Polres Jakarta Selatan dan Polda Metro Jaya, yakni terkait dugaan pelecehan seksual istri Ferdy Sambo, Putri Cendrawathi dan dugaan ancaman disertai kekerasan. Kedua perkara tersebut telah disatukan oleh Bareskrim Polri dengan LP dugaan pembunuhan berencana Brigadir J.

Kabareskrim Polri Komjen Agus Andrianto menyampaikan, Timsus tengah meneliti kembali LP limpahan tersebut. Dia menyebut, istri Irjen Ferdy Sambo telah menjalani tiga kali pemeriksaan di dua laporan tersebut.

"Tiga kali sudah diperiksa, penyidik lagi meneliti kelengkapan berita perkara limpahan dari Polda Metro Jaya. Kemungkinan penyidik akan minta diaudit oleh Timsus terhadap prosesnya," tutur Agus kepada wartawan, Jumat (5/8).

Agus memastikan, kinerja Timsus akan sesuai dengan komitmen Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dalam mengusut tuntas kasus kematian Brigadir J.

"Supaya clear dan harus disesuaikan dengan bukti-bukti yang kita miliki secara ilmiah," kata Agus.

Polri akan mengevaluasi penanganan dua Laporan Polisi (LP) yang belakangan dilimpahkan ke Bareskrim. Keduanya yakni terkait dugaan pelecehan istri Ferdi Sambo, Putri Candrawathi dan dugaan ancaman serta kekerasan.

"Kami juga dari Timsus mendapatkan surat dari penyidik untuk melakukan evaluasi terhadap penanganan LP limpahan dari Polres ke Polda Metro," tutur Kabareskrim Polri Komjen Agus Andrianto di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis (4/8).

"Yang nantinya akan dilakukan evaluasi oleh Timsus secara bersama-sama, untuk mengkaji apakah tahapan-tahapan proses yang mereka lakukan sudah sesuai dengan ketentuan atau tidak," sambungnya.

Menurut Agus, upaya tersebut dilakukan dalam rangka melaksanakan perintah Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo demi membuat terang kasus kematian Birgadir J. Sebab itu pula, puluhan polisi kini dimutasi dalam rangka pemeriksaan terkait dugaan menghambat penanganan perkara tersebut.

"Sehingga siapapun yang turut serta atau menyuruh melakukan itu akan terbuka. Tentunya memang kendala daripada upaya pembuktian adalah adanya barang bukti yang rusak atau dihilangkan, sehingga membutuhkan waktu untuk mengungkap tuntas kasus ini," Agus menandaskan.

Reporter: Nanda Perdana Putra/Liputan6.com [tin]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel