Polri Sebut Senjata Api Diduga Milik Laskar FPI Non-Pabrikan

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta - Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen Andi Rian mengatakan, hasil uji balistik barang bukti senjata api yang diduga digunakan oleh laskar Front Pembela Islam (FPI) saat insiden penembakan di Tol Jakarta-Cikampek, merupakan non-pabrikan atau tidak dibuat di pabrik.

"Ahli balistik menyebutnya senjata non-pabrikan," tutur Andi saat dikonfirmasi, Minggu (20/12/2020).

Menurut dia, senjata api yang diduga digunakan laskar FPI tersebut berjenis Revolver dengan peluru kaliber 9 mm.

Andi menuturkan, asal usul senjata tersebut tak jelas. Saat ini, penyidik lebih berfokus pada dugaan pidana kepemilikan dan penggunaan senjata yang diduga digunakan laskar FPI tersebut

"Kalau asal-usulnya tidak jelas," kata dia.

Kumpulkan Bukti

Sebelumnya, Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri mengatakan, senjata yang digunakan oleh kelompok laskar khusus pengawal pimpinan FPI Rizieq Shihab adalah senjata rakitan dengan menggunakan peluru tajam berkaliber 9 mm. Saat ini, senjata itu akan dilakukan uji balistik terlebih dahulu.

"Senjata api rakitan dengan peluru tajam 9 mm. Sekarang sedang mendalami semua, mengumpulkan bukti-bukti yang ada termasuk juga kita lakukan olah TKP, uji balistik," kata dia, Selasa (8/12/2020).

Yusri mengklaim mengantongi identitas pemilik senjata api. Yusri mengatakan senjata api itu kepunyaan dari salah seorang pengawal Rizieq Shihab yang meninggal dunia.

"Saya pertegas di sini bahwa senjata api kepemilikan pelaku yang melakukan penyerangan nanti kita akan kami jelaskan lagi, ini sedang dikumpulkan investigasi nanti akan disampaikan kalau sudah lengkap semuanya kepada seluruh teman-teman media yang ada," kata dia.

Saksikan video pilihan di bawah ini: