Polri: Sekali Latihan Bikin Bom, Kelompok Teroris JI Habis Rp65 Juta

Syahrul Ansyari, Ahmad Farhan Faris
·Bacaan 1 menit

VIVA - Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Raden Prabowo Argo Yuwono, menjelaskan kelompok terorisme Jamaah Islamiyah (JI) yang ditangkap Densus 88 Antiteror Polri di Desa Gintungan, Bandungan, Semarang, Jawa Tengah, ternyata mengeluarkan dana Rp65 juta untuk sekali latihan bela diri dan perakitan bom.

Menurut dia, tim Densus 88 Polri sudah memeriksa Joko Priyono alias Karso. Memang, konsep pelatihan yang ada di sana itu bela diri tangan kosong, melempar pisau dan senjata tajam seperti pedang maupun samurai.

"Nah, mereka juga diberi pelatihan bagaimana merakit bom dan bagaimana cara untuk dilakukan penyergapan. Pengajarnya kita tahan bernama Pak Karso," kata Argo di Gedung Bareskrim pada Senin, 28 Desember 2020.

Baca juga: Sepanjang 2020, Polri Tangkap 228 Tersangka Teroris

Ia mengatakan pelatihan ini berlangsung selama 6 bulan, dan mereka setelah selesai dilatih 6 bulan akan dikirim ke Suriah untuk bergabung dengan organisasi teroris yang berafiliasi dengan Al-Qaeda guna melanjutkan pelatihan militer di sana.

Pelatihan bela diri dalihnya untuk badan sehat fit dan bugar, sehingga badan tidak capek.

"Di Suriah sana dilakukan pelatihan berupa caranya menggunakan senjata api laras panjang dan pistol. Sampai dengan merakit bom. Jadi di sana dilatih sebelum diterjunkan untuk melakukan perang yang nyata di sana," ujarnya.

Tentu, kata Argo, penyidik mempertanyakan bagaimana pendanaan mereka bisa berlatih hingga berangkat ke Suriah untuk latihan merakit bom maupun penggunaan senjata api.

"Kami tanyakan kepada pelatih tersangka Karso ini, setiap bulan itu mengeluarkan biaya sekitar Rp65 juta. Nah, Rp65 juta untuk bayar pelatih, makan selama pelatihan dan beli obat-obatan," kata dia. (ase)