Polri serukan persatuan-toleransi lewat "Suara Rohani untuk Indonesia"

Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menyerukan semangat persatuan, kesatuan, dan toleransi lewat “Suara Rohani untuk Indonesia” melalui lomba vokal grup dan lagu solo rohani Kristiani yang diikuti ASN Polri beragama Nasrani.

Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo dalam penganugerahan juara lomba vokal grup dan lagu solo di Gedung PTIK, Jakarta Selatan, Jumat, mengatakan Indonesia yang terdiri atas berbagai suku, bangsa, agama, dan adat istiadat menjadi kekuatan untuk menghadapi segala bentuk tantangan serta rintangan bangsa yang ada.

“(Lomba) ini merupakan bagian dari upaya kami untuk terus membangun nilai-nilai persatuan, toleransi, dan keberagaman karena acara ini dihadiri seluruh elemen lintas agama sebagai bukti Indonesia itu beragam, namun tetap satu dan menjadi satu kekuatan,” kata Sigit.

Baca juga: Ketegasan Kapolri jadi kunci mengembalikan kepercayaan publik

Selain itu, katanya, kegiatan kerohanian tersebut menjadi momentum dalam rangka semangat perbaikan internal serta reformasi kultural dalam institusi Polri.

Menurut dia, dalam reformasi kultural, sisi rohani menjadi salah satu hal fundamental yang harus selalu tertanam di dalam jiwa dan sanubari seluruh personel kepolisian maupun setiap insan sehingga lewat upaya itu diharapkan setiap anggota kepolisian yang menjalankan tugas dapat menjadi sosok yang diharapkan maupun dicintai masyarakat Indonesia.

“Kegiatan hari ini menjadi bagian upaya kami untuk memperbaiki, mereformasi baik personel Polri, nilai-nilai yang terus harus kami tanamkan sehingga semakin hari Polri bisa melaksanakan apa yang menjadi harapan masyarakat," ujarnya.

Baca juga: Lemkapi dukung Kapolri tindak tegas polisi biarkan penyakit masyarakat

Sebelumnya, Polri menggelar Penganugerahan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) anggota Polri, pada Kamis (18/8), yang diikuti 796 personel Polri dari 34 polda.

Mantan Kapolda Banten itu mengungkapkan ke depannya Polri akan terus menggelar kegiatan-kegiatan kerohanian lainnya demi menjaga persatuan, kesatuan, dan keberagaman yang ada.

"Kami semua mohon doa dan dukungan, kegiatan seperti ini akan kami laksanakan di waktu lain tentunya dari unsur religi dan agama yang ada di Indonesia sebagai wujud keberagaman, persatuan, dan toleransi yang selama ini kita jaga dalam menjaga negara kita tercinta. Nilai Pancasila yang tertanam di hati kita semua," kata Sigit.

Baca juga: Kapolri: Sinergitas TNI-Polri jaga wibawa RI lindungi rakyat

Sigit menambahkan dengan terselenggaranya kegiatan ini diharapkan terbentuk anggota Polri yang memiliki karakter akhlak dan bisa mewujudkan harapan menjadi anggota Polri yang presisi dan bisa dekat dengan masyarakat.

“Kami ingin bisa mewujudkan harapan menjadi Polri yang presisi dan bisa dekat dengan masyarakat," kata Sigit.