Polri Siap Bantu KPK Cari Buronan Mardani Maming

Merdeka.com - Merdeka.com - Polri siap membantu Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam melakukan pencarian Mardani H Maming. Mardani H Maming resmi masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) atau buron lantaran dua kali tak memenuhi panggilan KPK.

"Pada prinsipnya akan maksimal membantu pencarian," kata Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo saat dihubungi, Rabu (27/7).

Meski begitu, jenderal bintang dua ini menyebut, pihaknya belum menerima surat permohonan dari KPK untuk mencari Mardani H Maming. "Kemarin sudah saya tanyakan Dir Tipikor surat belum sampai," sebutnya.

"Mungkin hari ini apabila sudah diterima, Direktur Tipikor (Tindak Pidana Korupsi Bareskrim) akan membantu maksimal untuk melakukan pencarian yang bersangkutan," tutupnya.

Mardani Maming Menghilang

Sebelumnya, KPK resmi mengirim surat DPO atas nama Mardani H Maming ke Bareskrim Polri. Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri mengatakan lembaganya meminta bantuan Polri untuk mencari Mardani H Maming.

"Hari ini (26/7) KPK memasukkan tersangka ini dalam daftar pencarian orang (DPO) dan paralel dengan itu KPK juga berkirim surat ke Bareskrim Polri untuk meminta bantuan penangkapan terhadap tersangka dimaksud," ujar Ali Fikri dalam keterangannya, Selasa (26/7).

Ali berharap, usai penerbitan surat DPO ini, Mardani H Maming kooperatif terhadap proses hukum di lembaga antirasuah. Ali berharap Bendum PBNU itu segera menyerahkan diri ke KPK.

"KPK berharap tersangka dapat kooperatif dan menyerahkan diri kepada KPK agar proses penegakan hukum tindak pidana korupsi tidak terkendala," kata Ali.

Diketahui, KPK tak berhasil menemukan Mardani H. Maming dalam upaya penjemputan paksa. Bendum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) itu tak ada di apartemen miliknya di kawasan Jakarta Selatan.

"Dari kegiatan penggeledahan di salah satu apartemen di Jakarta hari ini, (25/7) info yang kami terima, tim KPK belum menemukan tersangka di tempat dimaksud," ujar Ali Fikri. [tin]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel