Polri siapkan gerai vaksin booster bagi pemudik cegah lonjakan kasus

·Bacaan 2 menit

Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo mengatakan pihaknya telah menyiapkan gerai vaksinasi dosis penguat atau vaksin booster untuk melayani masyarakat pemudik demi mencegah lonjakan kasus COVID-19 setelah libur Idul Fitri 1443 H.

"Yang terpenting kami mendorong agar pasca Idul Fitri tidak terjadi lonjakan kasus COVID-19. Untuk itu kami menggelorakan vaksinasi booster, di setiap pos kami, pos pengamanan, pos pelayanan, dan pos terpadu juga kami siapkan gerai vaksin," kata Jenderal Sigit, usai memimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat 2022, di Lapangan Monas, Jakarta, Jumat.

Sigit menjelaskan bahwa Pemerintah terus mengejar dan meningkatkan capaian vaksinasi untuk meningkatkan imunitas masyarakat, terutama pemudik yang hendak bertemu keluarga di kampung halaman.

Adapun cakupan vaksinasi dosis penguat ditargetkan mencapai 50 persen bagi daerah Jabodetabek, 30 persen wilayah lainnya, dan 60 persen dosis dua untuk lansia, terutama di enam daerah tujuan mudik terbanyak, yakni Jawa Tengah, Jawa Barat, Jawa Timur, Jabodetabek, DI Yogyakarta, dan Lampung.

"Program vaksinasi diharapkan bisa betul-betul diikuti, sehingga pasca Idul Fitri laju pertumbuhan COVID-19 bisa dikendalikan," kata Kapolri.

Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Pol Sambodo Purnomo Yogo menjelaskan gerai vaksin terdapat di posko pelayanan yang ditempatkan di tempat pemberangkatan mudik Lebaran.

"Di stasiun, di terminal itu ada (gerai vaksin). Kemudian yang kedua di rest area, baik rest area di jalan tol maupun rest area sepeda motor," kata Sambodo.

Pada sisi pengamanan, Polri melaksanakan Operasi Ketupat 2022 dengan mengerahkan 144.392 personel, terdiri dari 87.880 personel Polri; 56.512 personel dari instansi terkait seperti TNI, BNPB, BMKG, Pertamina, Jasa Raharja, Jasa Marga, Satpol PP, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, Pramuka, dan mitra kamtibmas lainnya.

Seluruh personel itu akan mengisi 2.702 posko yang terdiri atas 1.710 pos pengamanan, 734 pos pelayanan, dan 258 pos terpadu untuk melaksanakan pengamanan di pusat-pusat keramaian, pusat perbelanjaan, stasiun, terminal bandara, pelabuhan, tempat wisata, dan sepanjang jalur mudik, katanya pula.

Posko tersebut juga dilengkapi dengan berbagai macam fasilitas, seperti tempat istirahat bagi pengemudi, fasilitas kesehatan, layanan informasi, pengawasan protokol kesehatan dan skrining aplikasi PeduliLindungi, petugas pengaturan lalu lintas dan penanganan kecelakaan lalu lintas, serta pembagian masker dan hand sanitizer.
Baca juga: Pemerintah tegaskan vaksin "booster" syarat utama untuk mudik
Baca juga: PWNU Jatim laksanakan "Sejuta Vaksin Booster" dukung tradisi mudik

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel