Polri Tak Tambah Personel Lagi, Tapi Serius Tangkap KKB Papua

Syahrul Ansyari, Ahmad Farhan Faris
·Bacaan 1 menit

VIVA - Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigjen Rusdi Hartono, mengatakan Polri tidak akan menambah personel pasukan untuk menumpas kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Papua. Namun, Polri berusaha maksimal tidak memberi ruang bagi KKB.

“Sementara tidak (ada penambahan personel),” kata Rusdi di Mabes Polri pada Senin, 26 April 2021.

Menurut dia, Polri telah melakukan Operasi Nemangkawi 2021 selain kegiatan operasi yang dilakukan Polda Papua. Operasi Nemangkawi ini personelnya gabungan, yakni Polri dan TNI.

“Sampai saat ini, Polri belum menambah kekuatan,” kata dia.

Baca juga: Kabinda Papua Gugur, Jokowi: Terus Kejar dan Tangkap Anggota KKB

Akan tetapi, kata Rusdi, aparat keamanan baik TNI maupun Polri serta instansi lainnya akan bekerja secara optimal melakukan pengejaran dan penangkapan terhadap kelompok kriminal bersenjata di Papua.

“Yang pasti, tidak ada tempat bagi Kelompok Kriminal Bersenjata di tanah Papua dan KKB dapat mempertanggungjawabkan segala perbuatanya di tanah Papua,” ujarnya.

Pada hari Minggu, 25 April 2021, Satgas BIN dengan Satgas TNI-Polri melakukan perjalanan menuju Kampung Dambet Distrik Beoga, Kabupaten Puncak dalam rangka observasi lapangan dan pengejaran bersama pasukan TNI-Polri untuk pemulihan keamanan di sekitar SDN Dambet dan Honai Milik Benert Tinal (Kepala Suku Distrik Beoga), yang dibakar pada tanggal 17 April 2021 serta untuk memotong pergerakan KKB ke Illaga.

Saat melakukan perjalanan itu, Satgas BIN dan Satgas TNI-Polri dihadang oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB) sekitar jam 15.50 WIT. Aksi baku tembak terjadi di sekitar gereja Desa Dambet, Beoga, Puncak.

Akibat kontak tembak tersebut, mengakibatkan korban dari Satgas BIN, Kabinda Papua Papua Brigjen TNI I Gusti Putu Danny Nugraha Karya tertembak di bagian belakang kepala dan tembus depan kepala yang mengakibatkan gugur sebagai kusuma bangsa.