Polri tangkap 4 anggota diduga jaringan Abu Roban di Lampung

MERDEKA.COM. Polri berhasil menangkap empat orang yang diduga menjadi bagian dari jaringan terorisme pimpinan Abu Roban. Keempat orang ini ditangkap karena melakukan perampokan di BRI Unit Bulukerto, Lampung.

"Para pelaku yang ditangkap hari ini di Lampung terkait Abu Roban cs.," ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Mabes Polri Brigjen Pol Boy Rafli Amar melalui pesan singkat, Jumat (10/5).

Berikut nama para pelaku perampokan BRI Unit Bulukerto, Lampung:

1. Solihin alias Abdul Latif alias Dino alias Wawan, kelahiran 13 Oktober 1972, Islam, berprofesi sebagai sablon baju sekolah, beralamat di Kelurahan Rawasari No 10 Kecamatan Kandis, Bandar Lampung. Bertugas menyurvei tempat, dan mengambil brangkas. Mendapat bagian Rp 5 juta dari hasil perampokan.

2. Muhammad Ali alias Andika alias Dika alias Dwi Putra Mahardika, kelahiran 7 Juli 1993, Islam, swasta, beralamat di Warangin Kecamatan Sukoharjo, Pringsewu, Lampung. Pada saat perampokan bertugas sebagai pengikat costumer service dengan mengancam menggunakan pisau. Mendapat bayaran Rp 5 juta dari hasil perampokan. Ditangkap si Desa Sukaharjo, Pringsewu Lampung, tanggal 10 Mei 2013 sekitar pukul 05.30 WIB.

3. Dedy Rofaizal alias Faisal alias Jaka, kelahiran Medan, 21 Agustus 1971. Beralamat di Desa Waringinsari Kecamatan Sukoharjo, Pringsewu, Bandar Lampung. Berprofesi guru mengajar di SMKN 1 Lampung Tengah. Mendapat bagian Rp 15 juta dari hasil perampokan. Berperan sebagai pelaku perampokan BRI Unit Bulukarto, menyediakan sarana dan prasarana (motor dan safe house). Ditangkap di Desa Karang Anyar, Lampung Selatan, tanggal 10 Mei 2013.

4. Abu Nabila alias Bang Yos, kelahiran 28 Agustus 1965, beralamat di Karang Anyar Blok 3 Jati Agung, Lampung Selatan. Pekerjaan sebagai penjual bakso kuah keliling. Islam. Berperan sebagai pemantau di depan Polsek jika ada polisi yang akan mengetahui aksi. Mendapat bagian Rp 10 juta dari hasil perampokan.

Lebih lanjut, Boy menambahkan, selain melakukan penangkapan, Polri juga melakukan penggeledahan di lokasi penangkapan. "Hasil penggeledahan di rumah kontrakan Solihin alias Dino di Wai Kandis ditemukan alat-alat dan perlengkapan yang digunakan untuk perampokan seperti baju kemeja lengan panjang sebanyak 3 helai, pisau lipat 1 buah, penutup wajah, sarung tangan 2 pasang dan plastik pengikat tangan korban," pungkas dia.

Baca juga:
BNPT akui penggerebekan teroris untuk pengalihan isu
BNPT akan larang Abu Bakar Ba'asyir menulis buku
BNPT: 100 Teroris masih berkeliaran, bertambah tiap hari

Topik Pilihan:
Ustaz Pesohor | E-KTP | Google Glass | Jokowi | Gerhana Matahari

Sumber: Merdeka.com
Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.