Polri Ubah Nama Satgas Tinombala Jadi Operasi Mandago Raya

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Polri mengubah nama operasi Satuan Tugas (Satgas) Tinombala menjadi Satgas Operasi Mandago Raya. Kedepan nama baru itu yang akan digunakan dalam upaya penangkapan buron teroris kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT).

"Jadi sandinya sudah berubah menjadi Operasi Madago Raya. Mohon disosialisasikan. Tidak ada lagi Operasi Tinombala, tapi Madago Raya," tutur Asisten Kepala Kepolisian RI Bidang Operasi Irjen Imam Sugianto saat presentasi dalam Rapat Pimpinan TNI Polri 2021 di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (17/2/2021).

Ikuti cerita dalam foto ini https://story.merdeka.com/2303605/volume-5

Pergantian nama tersebut berlaku sejak 1 Januari 2021. Untuk masa tugas sendiri sama seperti yang berlaku sebelumnya, yakni tiga bulan dan akan terus diperpanjang hingga seluruh jaringan teroris MIT tertangkap.

Madago Raya merupakan bahasa daerah Poso yang secara umum artinya baik hati dan dekat dengan masyarakat.

Gonta-ganti nama operasi memburu kelompok sipil bersenjata di Poso bukan yang pertama dilakukan aparat. Sebelumnya, operasi itu bernama Camar Maleo I hingga IV yang berakhir di tahun 2015.

Operasi ini kemudian diperpanjang dengan pergantian nama menjadi Operasi Tinombala hingga berakhir di tahun 2020 yang berganti menjadi operasi Madago Raya pada Januari 2021 lalu.

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

Libatkan 600 Personel

Data Polda Sulteng yang dirilis akhir tahun 2019 operasi personel gabungan itu telah melibatkan sebanyak 600 personel. Operasi itu kembali mendapat tambahan ratusan personel termasuk pasukan elit TNI menyusul serangan kelompok yang berafiliasi dengan ISIS tersebut terhadap warga di Desa Lemban Tongoa, Kabupaten Sigi pada akhir bulan November 2020.

Kabid Humas Polda Sulteng, Kombes Pol Didik Supranoto menegaskan personel gabungan masih menjalankan operasi pengejaran terhadap kelompok MIT yang bertanggung jawab atas aksi teror yang menewaskan 4 warga Desa Lemban Tongoa, Sigi itu.

"Sampai saat ini anggota MIT yang masuk DPO aparat sebanyak 11 orang," Didik mengungkapkan.

Saksikan video pilihan di bawah ini: