Polri Usut Dugaan Data Pribadi Anggota Bocor di Forum Online

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Polri mengusut dugaan kebocoran data pribadi anggotanya ke forum online. Hal ini buntut dari pengakuan akun anonim di Twitter yang mengklaim telah membobol data milik kepolisian Indonesia.

"Ya sedang ditangani oleh Dittipidsiber Bareskrim," tutur Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo saat dikonfirmasi, Kamis (18/11/2021).

Dedi belum banyak memberikan keterangan atas masalah itu. Namun, dia menyatakan setiap perkembangan terbaru nantinya akan disampaikan ke publik.

Pakar Keamanan Siber, Pratama Persadha, mengungkap data pribadi personel Polri diduga sudah bocor di forum online. Kebocoran ini diketahui dari salah satu unggahan akun Twitter @son1x777 yang juga men-deface website BSSN beberapa waktu lalu.

Melalui keterangannya, Kamis (18/11/2021), Pratama menjelaskan, data yang diduga bocor ini diunggah pada Rabu, 17 November 2921 oleh akun Twitter tersebut.

Pada unggahan itu juga diberikan link untuk mengunduh sampel hasil data yang diambil. Diduga isinya adalah sampel database personel Polri.

"Dua database yang diberikan mempunyai ukuran dan isi yang sama, yakni 10.27 MB. File pertama bernama polrileak.txt dan file kedua polri.sql. Dari file tersebut berisi banyak informasi penting dari data pribadi personel kepolisian," kata Pratama.

Adapun data pribadi yang dimaksud antara lain nama, NRP, pangkat, tempat dan tanggal lahir, Satker, jabatan, alamat, agama, golongan darah, suku, email, hingga nomor telepon.

Bukan Pertama Situs Polri Diretas

Chairman Lembaga Riset Siber CISSReC (Communication & Information System Security Research Center) ini mengatakan, kebocoran data-data pribadi di atas jelas berbahaya.

Tidak hanya data di atas, dalam sampel database yang dibagikan secara gratis itu juga terdapat kolom data rehab putusan, rehab putusan sidang, jenis pelanggaran, rehab keterangan, id propam, hukuman selesai, dan tanggal binlu selesai.

Menurut Pratama, kemungkinan data yang bocor ini merupakan data dari pelanggaran yang dilakukan oleh personel Polri.

"Kemungkinan besar serangan ini sebagai salah satu bentuk hacktivist, sambil mencari reputasi di komunitasnya dan masyarakat, ataupun untuk melakukan perkenalan tim hacking-nya," tutur Pratama.

Ia menambahkan, ini bukan pertama kalinya Polri diretas. Peretasan yang dimaksud Pratama mulai dari diretas untuk diubah tampilannya (deface), diretas untuk situs judi online, sampai peretasan pencurian database personilnya.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel