Polsek Setiabudi Bantah Tak Layani Laporan Dugaan Pelecehan Seksual Seorang Pria

·Bacaan 2 menit
Ilustrasi Pelecehan Seksual/Pencabulan. (Freepik/Jcomp)

Liputan6.com, Jakarta Kapolsek Metro Setiabudi, AKBP Yogen Heroes Baruno angkat bicara soal kabar bahwa pihaknya tak memberikan pelayanan pada seorang pria yang berinisial DT yang melapor atas dugaan pelecehan seksual.

"Yang bersangkutan memang datang ke Polsek melapor dugaan pelecehan dan sudah diterima dengan baik oleh penyidik saat konsultasi kasus," kata dia saat dihubungi, Selasa (6/4/2021).

Yogen menyebut penyidik saat itu menilai yang bersangkutan masih kurang syarat formil dan materil. Karena, seriap orang yang membuat laporan harus disertai alat bukti.

"Penyidik menilai masih kurangnya syarat formil dan materil untuk melaporkan tindak pidana, penyidik menyarankan untuk kembali sambil melengkapi alat bukti maupun saksi-saksi," jelas dia.

Meski demikian, pihaknya langsung berkoordinasi dengan Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satuan Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan. Bahkan penyidik juga menjemput orang yang dilaporkan DT atas dugaan pelecehan seksual untuk dimintai klarifikasi.

"Awalnya korban melapor tapi tidak ada saksi dan bukti. Tapi bukan berarti kami mengabaikannya kami tetap interview dan BAP sambil kami minta untuk lengkapi buki dan saksi," jelas Yogen.

Dalam kesaksikaannya, DT menyebut dirinya disekap, namun selesai dari Polsek yang bersangkutan bisa kembali ke apartemen diduga terlapor atau yang dituduh melakukan pelecehan seksual.

"Pelapor bilang disekap, tapi selesai dari Polsek dia bisa kembali ke apartemen terduga terlapor dan ambil barang-barangnya. Setelah itu bikin statemen dan men-tag beberapa nama terkenal," kata Yogen.

Karena itu, wajar jika pihaknya mengambil sikap berhati-hati. "Ibarat saya melaporkan curanmor. Saya tuduh seseorang. Tapi saya tidak punya bukti STNK dan saksi yang melihat. Wajar kalau kita hati-hati dalam menindaklanjuti," jelas Yogen.

Dia meminta, masyarakat lebih bijak dalam menggunakan media sosial. Dirinya menyarankan lebih baik ketidapuasan disampaikan secara langsung ketimbang melalui media sosial. Yogen siap menerima setiap saran dan masukkan dari masyarakat.

"Intinya semua pelaporan masyarakat pasti akan kita terima namun apabila dirasa kurang puas dengan pelayanan mohon disampaikan secara langsung," kata dia.

Viral di Media Sosial

Viral di media sosial seorang pria mengaku menjadi korban pelecehan seksual. Namun saat melapor ke polisi di Polsek Metro Setiabudi, dirinya mengaku tidak dilayani dengan baik. Informasi ini diunggah oleh akun Instagram @deeditj.

"Saya cuma mau kasih tahu kalau saya sudah melaporkan kasus saya ini ke Polsek Setiabudi kemarin malam, mereka tidak melayani saya dengan baik, mungkin karena yang melecehkan pria dan yang dilecehkan pria. Mereka tidak menanyakan sama sekali nama pelaku siapa! Dan saya tidak tau laporan saya semalem diterusakan atau tidak. Semoga hukum di Indonesia tidak pandang bulu," demikian bunyi akun tersebut.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: