Polwan Anggota BNN Riau Dilaporkan Diduga Aniaya Teman Adiknya

Merdeka.com - Merdeka.com - Seorang polisi wanita (polwan) yang bertugas di BNN Riau Brigadir Ira dilaporkan ke Polda Riau. Dia diduga menganiaya wanita muda bernama Riri Aprilia (27) yang merupakan teman adiknya.

Kejadian itu disinyalir karena Riri sering berkomunikasi dan berhubungan dekat dengan adik Brigadir Ira. Selain ke Krimum Polda Riau, Ira juga akan diproses Propam. Bahkan, ibunya Ira juga dilaporkan atas kasus penganiayaan tersebut.

Kabid Propam Polda Riau Kombes Johanes Setiawan saat dikonfirmasi membenarkan adanya laporan itu. Dia menyebut, terlapor sudah diperiksa.

"Laporan yang sipil (ibu Ira) ditangani sama Ditreskrimum. Sedangkan (terlapor) yang Polwan ditangani PPA dan saat ini saya perintahkan diperiksa juga untuk yang Polwan," ujar Johanes Jumat (23/9).

Johanes menjelaskan, pemeriksaan internal Propam akan dilakukan secara bersamaan dengan laporan penganiayaan. Saat ini Bintara Polwan tersebut sedang diperiksa.

"Tadi pagi sudah diperiksa, sedang jalan," ucapnya.

Peristiwa penganiayaan itu diunggah di media sosial usai korban mengunggah video pengakuan melalui tulisan di instagram. Riri mengaku dirinya menjadi korban penganiayaan oleh polwan di sebuah rumah.

Dalam postingan yang dilihat di akun @ririapriliaaaaa dilihat merdeka.com, terlihat postingan soal dugaan kekerasan tersebut. Bahkan korban turut mencantumkan foto memar akibat dianiaya.

Riri mengaku sampai dikurung dalam kamar dan seluruh lampu dimatikan. Setelah itu, Riri mengaku dianiaya hingga babak belur di kamar itu.

"Saya ini Polwan saya ini Brigadir saya ini polisi jangan sepelekan saya," tulis Riri mengulangi ucapan Brigadir Ira di akun instagram pribadinya.

Meski begitu, Riri juga mengakui punya kesalahan. Namun, kesalahan dia dinilai tak sebanding dengan perbuatan polwan tersebut.

Akhirnya, Riri membuat laporan ke SPKT Polda Riau pada 22 September sekitar pukul 00.30 WIB. Surat laporan polisi itu dipublis dengan Nomor: STPL/B/448/IX/2022/SPKT/Riau tentang Penganiayaan. [eko]