Polwan bagikan 1.000 paket sembako ke masyarakat pinggiran Jakut

Polisi Wanita (Polwan) Polri membagikan bantuan sosial berupa paket sembako sebanyak 1.000 paket kepada masyarakat marginal yang berada di pinggiran wilayah Jakarta Utara, Selasa.

Pembagian paket sembako dilakukan dalam rangka memperingati HUT Ke-74 Polwan yang diperingati setiap tanggal 1 September, yang mengusung tema Hari Jadi Polwan Ke-74 tahun 2022 mengusung tema "Polri Yang Presisi, Polwan Siap Mendukung Pemulihan Ekonomi dan Reformasi Struktural untuk Mewujudkan Indonesia Tangguh - Indonesia Tumbuh".

Kegiatan pembagian dipusatkan di pinggiran Inspeksi Kali Duri, Muara Karang Barat, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara, dihadiri langsung oleh Widyaiswara Kepolisian Utama Tingkat I Sespim Lemdiklat Polri Irjen Pol. Juansih dan Psikolog Kepolisian Utama TK II SSDM Polri Brigjen Nyoman Lastika.

Baca juga: Polwan sambut HUT TNI dengan memberikan bunga ke prajurit di Istana

Bantuan sosial berupa 1.000 paket sembako dibagikan kepada para nelayan, pekerja kasar dan masyarakat lain yang membutuhkan secara "door to door" atau dari pintu ke pintu agar tepat sasaran.

Paket sembako yang dibagikan kepada masyarakat berupa bahan pokok seperti beras, gula, minyak goreng, tepung, mie instan, susu dan peralatan protokol kesehatan COVID-19 seperti masker, sanitizer dan sabun pencuci tangan.

"Diharapkan dengan adanya kegiatan Bantuan Sosial dan Bakti Sosial Religi ini dapat memperkuat sinergitas antara Polwan dengan masyarakat serta ke depan Polwan semakin maju dan profesional dalam

menjalankan tugas," kata Irjen Juansih.

Dalam kegiatan ini ada sekitar 150 personel gabungan yang dilibatkan terdiri dari Polwan, Wan TNI, Toga, Tomas maupun organisasi wanita seperti PKK. Pembagian bantuan sosial dilakukan di lima titik masyarakat yang tinggal di bawah kolong tol Pelabuhan.

"Kegiatan bakti sosial dan bakti religi Polri ini bentuk kasih sayang kami (Polwan) kepada masyarakat, mudah-mudahan bermanfaat, semoga semua dalam keadaan baik, dan ekonomi kembali pulih," ujar Juansih.

Baca juga: Kapolri anugerahkan pin emas dan perak untuk 24 polwan berprestasi

Eti (42) salah satu penerima sembako, sehari-hari bekerja sebagai buruh cuci, merasa terbantu dengan bantuan tersebut.

Ibu anak tiga itu mengaku sudah tinggal di bawah kolong tol sejak 1998. Kini tinggal di rumah semi permanen berdinding tripleks dan atas asbes.

Menurut nenek dua orang cucu itu, bantuan dari Polwan sedikit menghilangkan traumanya terhadap polisi.

"Saya trauma sama polisi, dulu pernah digusur. Tapi sekarang saya liat polisi sudah peduli sama kami masyarakat kolong yang dianggap kumuh. Saya berterima kasih kepada ibu polisi," ujarnya.

Baca juga: Briptu Sheren Septiana, Polwan berprestasi internasional

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel