Polytron Produksi Masker 4 Lapis Berstandar ISO 13485, Apa Kelebihannya?

·Bacaan 1 menit
Ilustrasi ibu dan anak mengenakan masker | pexels.com/@ketut-subiyanto

Liputan6.com, Jakarta - Di tengah pandemi pandemi Covid-19 yang masih berlangsung, kita harus semakin waspada. Pemerintah juga menyampaikan imbauan kepada masyarakat supaya memakai masker berlapis sebagai upaya perlindungan tambahan.

Menanggapi situasi ini, perusahaan perangkat elektronik Polytron memproduksi masker kesehatan dengan merek HANA MASKER.

"HANA MASKER adalah jenis masker kesehatan atau masker bedah dengan 4 lapis perlindungan yang aman digunakan untuk beraktivitas," ujar Bambang Athung, Product Manager di Polytron dalam siaran pers.

Bambang menyebut, masker 4 lapis ini memiliki kemampuan untuk "menyaring microdroplets dan bakteri hingga ukuran 0.1 dan 0.3 mikron."

Lapisan masker di bagian luar disebut dapat menyaring udara dan menahan partikel. Sementara lapisan bagian dalamnya, kata Bambang, dapat menyerap cairan, yang diklaim dapat menjaga wajah tetap bersih, kering, dan nyaman saat masker bersentuhan dengan kulit wajah.

Desain Ergonomis

"Masker ini didesain secara ergonomis agar dapat menyesuaikan kontur wajah, sehingga hidung dan mulut tertutup sempurna untuk memberi perlindungan terbaik," tutur Bambang.

Lebih lanjut, dikatakan bahwa HANA MASKER diproduksi dalam ruangan bersih berstandar internasional dan bersertifikat ISO 13485 dengan izin edar resmi dari Kementerian Kesehatan.

Tersedia dalam 4 pilihan warna

Tersedia dalam pilihan warna hitam, putih, hijau dan oranye, HANA MASKER dijual dalam kemasan boks berisi 10 dan 20 masker.

"Bagi kami kesehatan, keamanan dan kenyamanan produk menjadi syarat penting yang tidak pernah bisa ditawar-tawar. Kepuasan pelanggan adalah kunci yang selalu menjadi perhatian kami di Polytron," kata Bambang menutup pernyataannya.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel