Pompeo nyatakan bahwa bantuan China "remeh temeh" dibanding kerusakan yang ditimbulkan akibat virus

Oleh David Brunnstrom dan Humeyra Pamuk

WASHINGTON (Reuters) - Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo melancarkan serangan terbaru terhadap China terkait virus corona pada Rabu, dengan menyindir bahwa bantuan sebesar $ 2 miliar yang telah dijanjikan Beijing untuk memerangi pandemi adalah hal "remeh " bila dibandingkan dengan ratusan ribu nyawa yang hilang dan kerusakan ekonomi triliunan dolar AS.

Pompeo menolak klaim Presiden China Xi Jinping bahwa Beijing telah bertindak dengan transparansi setelah wabah di China, dan mengatakan jika Xi ingin menunjukkan itu, ia harus mengadakan konferensi pers dan mengizinkan wartawan untuk menanyakan apa pun yang mereka sukai.

"Presiden Xi mengklaim minggu ini bahwa China bertindak secara berbuka, bertanggung jawab dan transparan. Saya berharap demikian," kata Pompeo dalam konferensi pers Departemen Luar Negeri, dan menuduh Beijing terus menahan sampel virus dan akses ke fasilitas mereka, untuk menyensor pembicaraan, "dan masih banyak lagi."

Ketegangan AS dan China meruncing dalam beberapa pekan terakhir, ketika Pompeo dan Presiden Donald Trump menyalahkan penanganan wabah oleh Beijing. Amerika Serikat adalah negara yang paling terpukul oleh pandemi global.

Pada saat banyak negara di seluruh dunia mendesak agar bersatu dan berkerja sama untuk meningkatkan perang melawan virus, Trump malah mengusulkan pengunduran diri dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) karena organisasi itu dianggap sebagai "boneka China," sementara Xi telah menjanjikan bantuan $ 2 miliar dolar AS.

"Saya berharap melihat mereka memenuhi komitmen $ 2 miliar itu," kata Pompeo. "Kontribusi China untuk memerangi pandemi itu remeh dibandingkan dengan akibat yang telah mereka berikan pada dunia."

"Wabah ini telah menelan biaya sekitar 90.000 nyawa orang Amerika, lebih dari 36 juta orang Amerika telah kehilangan pekerjaan sejak Maret; secara global 300.000 nyawa. Seharusnya mencapai $ 9 triliun, menurut perkiraan kami, biaya yang harus dibebankan oleh dunia atas kegagalan Partai Komunis China, "kata Pompeo.

Dia menuduh China mengancam Australia dengan "pembalasan ekonomi " karena mencari penyelidikan independen tentang asal-usul wabah itu dan menuduh bahwa Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus memiliki "hubungan dekat yang tidak biasa dengan Beijing ... jauh sebelum ini pandemi saat ini, "sesuatu " yang sangat meresahkan."

WHO dan kedutaan besar China di Washington tidak segera menanggapi permintaan komentar atas tuduhan Pompeo.

(Laporan oleh David Brunnstrom dan Humeyra Pamuk; pengeditan oleh Jonathan Oatis)