Pompoe: China menggunakan disinformasi untuk memisahkan AS dan Eropa

COPENHAGEN, Denmark (AP) - Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo mengatakan pada Jumat bahwa China berada dibalik "ketakutan di Eropa" bahwa orang Eropa harus memilih antara Amerika Serikat dan China dengan "mendorong disinformasi dan kampanye siber berbahaya ... untuk menciptakan perpecahan antara AS dan Eropa. "

"Partai Komunis China lah yang memaksakan pilihan itu," kata Pompeo saat konferensi daring tentang demokrasi yang diadakan di Kopenhagen, Denmark.

Pompeo yang awal pekan ini bertemu dengan seorang pejabat senior China di Hawai di mana ia mengadakan pembicaraan tertutup ketika hubungan antara kedua negara telah merosot karena berbagai perselisihan, mengatakan "Eropa menghadapi tantangan dari China" seperti halnya seluruh dunia.

Washington dan Beijing berselisih soal perdagangan, penanganan China terhadap pandemi corona, hak asasi manusia, status Hong Kong dan meningkatnya aksi China di Laut China Selatan. China telah menjadi isu utama dalam kampanye presiden 2020 dengan Presiden Donald Trump dan para pendukungnya berusaha menjadikan sikap keras pemerintah dengan Beijing sebagai titik penjualan kebijakan luar negeri utama.

Bulan lalu, Trump dan Pompeo mengumumkan bahwa AS akan mencabut perdagangan khusus dan hak-hak ekonomi yang telah diperluas ke Hong Kong setelah bekas wilayah Inggris itu dikembalikan ke kontrol China pada tahun 1997. Langkah ini sebagai tanggapan terhadap keputusan Beijing untuk memberlakukan UU keamanan nasional baru yang ketat. Undang-undang itu membatasi hak untuk bebas berbicara dan berkumpul yang serupa dengan yang ada di daratan.

Pompeo juga mencatat bahwa Partai Komunis China “ingin Anda membuang kemajuan yang telah kami capai di dunia bebas, melalui NATO dan lembaga lainnya - formal dan informal - dan mengadopsi seperangkat aturan dan norma baru yang mengakomodasi Beijing."

Namun, jika partai "ingin bangkit, mereka perlu melakukannya dengan seperangkat aturan Barat ... maka dunia akan menjadi tempat yang lebih baik," mengisyaratkan solusinya adalah demokrasi dan memberikan kebebasan kepada rakyat China.

Juga berbicara di acara online itu pendahulu Pompeo, mantan Menlu AS John Kerry yang mengecam Trump, dan mengatakan "setiap negara di dunia" harus peduli dengan akses ke pasar China, yang terhambat oleh karena pembatasan perdagangan.

“Donald Trump benar untuk mengangkat masalah itu (dengan Beijing). Tapi hanya itu yang dia lakukan. Dia mengangkatnya dan kemudian berjalan menjauh darinya. Dan sekarang kita melihat dalam buku John Bolton, dia tidak hanya berjalan menjauh darinya. Dia siap untuk menukar bantuan untuk pemilihannya kembali untuk membeli lebih banyak barang, ”kata Kerry. "Dan dia berkata jika kamu membeli lebih banyak barang, itu adalah akhir dari masalah perdagangan. Tidak, ini bukan akhir dari masalah perdagangan. Jadi kebijakan presiden tidak benar. "