PON Papua 2021 Dijamin Bebas Masalah Telekomunikasi

·Bacaan 3 menit

VIVA – Perhelatan Pekan Olahraga Nasional (PON) ke-20 di Provinsi Papua terus disempurnakan persiapannya. Mulai dari infrastruktur venue, program promosi, sampai jaringan telekomunikasi.

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menjamin pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) Papua pada 2 – 15 Oktober 2021 bebas dari masalah komunikasi.

Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate, menyatakan, pihkanya sudah mengantisipasi potensi kenaikan trafik menjelang penyelenggaraan PON.

Kementerian Kominfo, kata Johnny G. Plate, akan menyiapkan backup jaringan telekomunikasi untuk mendukung kebutuhan panitia penyelenggara hingga atlet dan ofisial.

Hal tersebut dipastikan Johnny kepada Menteri pemuda dan olahraga yang hadir dalam diskusi Forum Merdeka Barat 9 (FMB 9) Mengintip Kesiapan PON XX Papua, dari Rumah Dinas Menkominfo, Jakarta, Kamis, 24 Juni 2021.

“Kami menyadari bahwa akan terjadi peningkatan trafik yang besar, sehingga nanti tentu pasti disiapkan dengan backup telekomunikasi di Papua, baik itu di tempat penyelenggaraan PON, tempat penginapan-penginapan atlet maupun nanti penyelenggara-penyelenggara kegiatan,” kata Johnny dalam rilis yang diterima VIVA.

"Kami akan berikan backup, karena apa? PON ini juga sangat menentukan bahwa Indonesia tidak terhambat oleh COVID-19, kita tetap mampu melaksanakan itu. Papua dan PB PON harus sukses di dalam melaksanakan PON ini, karena ini menjadi tugas kita bersama,” jelasnya.

Johnny memastikan, operator telekomunikasi seluler telah menyampaikan komitmen untuk memastikan infrastruktur yang dimiliki dapat menjamin kualitas dan didukung dengan backup layanan.

“Termasuk infrastruktur yang dibangun oleh BAKTI Kominfo (Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi), kita tentu akan memperhatikan last mile BTS-BTS-nya, mobile-mobile BTS dan akses internet, termasuk pemanfaatan satelit untuk mendukung telekomunikasi pada saat sebelum, selama dan sesudah PON di Papua, kalau itu kita sudah siapkan betul-betul,” jelasnya.

Kepada Zainudin Amali, Johnny menuturkan infrastruktur kabel laut di Utara Jayapura yang sebelumnya dikabarkan putus di kedalaman 4 ribu meter, telah dilakukan pemulihan.

"Kita sudah membangun kabel bawah laut di kedalaman yang sama di rute baru, sehingga saat ini layanan telekomunikasi fiber optik data dari Indonesia Barat ke Papua, dan dari Papua ke belahan Indonesia Tengah dan Barat itu sudah kembali normal seperti sebelum terjadi putusnya kabel bawah laut itu,” jelasnya.

Menkominfo menyambut baik keputusan pemerintah dalam melaksanakan PON XX dan Pekan Paralympic Nasional (Perparnas) XVI di Papua.

Untuk turut memberikan dukungan penyelenggaraan kedua event nasional tersebut, Menkominfo melihat event internasional sebagai referensi bagi Indonesia.

“Saya menyambut dengan penuh kegembiraan dan antusias keputusan pemerintah untuk tetap melaksanakan PON XX dan Paralympic XVI di Papua. Saya juga memperhatikan betul bagaimana kesiapan Jepang untuk olimpiade dan saat ini EURO Cup yang sedang berlangsung di Eropa,” ujarnya.

Sementara itu, Menpora menyebut persiapan fisik penyelenggaraan PON XX hingga kini masih berjalan sesuai rencana.

Menurutnya, secara umum tak ada kendala berarti dalam pembangunan fisik untuk PON XX. Demikian pula yang berkaitan dengan pengadaan sejumlah peralatan cabang olahraga (cabor).

"Persiapan venue, persiapan tempat penginapan, kemudian transportasi dan berbagai hal itu saya kira sudah berjalan," kata Amali.

"Mana yang menjadi tanggung jawab pemerintah pusat melalui pendanaan APBN, baik di Kemenpora maupun Kementerian PUPR, Kemkominfo, kemudian Kementerian Perhubungan dan lain-lain, saya kira itu sudah teralokasi," ucapnya.

Pekan Olahraga Nasional ke-20 Papua akan digelar pada 2 – 15 Oktober 2021. Event empat tahunan ini, akan mempertandingkan total 37 cabang olahraga dan 56 disiplin olahraga..


Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel