PON Papua berdampak positif bagi usaha perhotelan di Mimika

·Bacaan 2 menit

Penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua berdampak positif bagi para pelaku usaha perhotelan dan restoran di Kabupaten Mimika, kata
Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Mimika, Bram Raweyai, di Timika, Senin.

"Dengan PON ini luar biasa. Dalam arti ekonomi hidup semua, karena hotel-hotel penuh semua. Tempat makan (restoran) juga full semua," kata Bram Raweyai seperti dikutip dari InfoPublik.

Menurut Bram, perhelatan PON khsususnya di Klaster Mimika membuat para pengusaha hotel dan restoran kembali bergairah setelah terpukul selama hampir dua tahun pandemi COVID-19 .

Seluruh kerugian yang dialami selama pandemi, kata Bram, seakan-akan terbayarkan dengan adanya PON Papua, khususnya di klaster Mimika.

Baca juga: Kemenparekraf akan dorong kemajuan pariwisata di Papua

Ia mengatakan ada sekitar 46 hotel dari bintang empat hingga kelas melati, ditambah sekitar 80-an restoran yang ada di Mimika. Hampir 100 persen lebih terjadi peningkatan jumlah tamu di seluruh hotel yang ada di Mimika.

"Jadi bukan hanya sukses di juara, tapi sukses ekonomi juga," ujar Bram.

Selain itu, suksesnya penyelenggaraan PON juga membuat Papua, khususnya Mimika dipandang positif oleh masyarakat luas. Mereka yang datang ke Mimika terkagum- kagum. Ternyata Papua bisa menjadi tuan rumah PON yang baik dan aman.

"Mereka datang ke sini kaget. Kok Papua hebat dan luar biasa. Selama ini kan berita yang keluar kan negatif. Papua seakan- akan terbelakang. Tapi kali ini mereka datang dan kagum dengan venue yang ada dan pelayananya," jelas dia.

Baca juga: Warga berharap perhelatan PON XX Papua gairahkan pariwisata Merauke

Ia berharap ke depan pemerintah daerah bisa menyelenggarakan event-event yang serupa. Terlebih di Papua, khususnya di Mimika telah tersedia venue-venue yang berstandar internasional.

Dampak positif penyelenggaraan PON Papua dibenarkan oleh General Manager Grand Mozza Hotel Timika, Eko Yulianto.

Pria yang akrab di sapa Aan ini menyatakan selama pandemi, angka okupansi atau tingkat keterisian kamar rata-rata tidak pernah lebih dari 50 persen.

"Tapi dengan adanya PON ini peningkatan bisa mencapai di angka 98 persen secara okupansi. Jadi dengan peningkatan itu kita harapkan kedepan juga banyak event- event yang lain," katanya.

Baca juga: Pengamat: PON momentum tepat dongkrak pariwisata Papua

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel