PON Papua: Langkah Tim Kesehatan Kontingen DKI Jakarta Cegah Malaria

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Ketua Bidang Kesehatan Kontingen DKI Jakarta Junaidi memastikan pihaknya akan melakukan Rapid Tes Diagnostic (RDT) ke seluruh anggota kontingen DKI Jakarta pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua 2021. Hal tersebut dilakukan untuk mencegah penyakit malaria.

"Akan dilakukan Rapid Diagnostic Test (RDT) malaria kepada seluruh anggota kontingen DKI Jakarta setibanya di bandara Soekarno-Hatta oleh kantor kesehatan pelabuhan (KKP) Soekarno-Hatta," ujar Junaidi dalam keterangannya soal kontingen PON Papua, Selasa (14/9/2021).

Junaidi menyatakan tim kesehatan akan berusaha mencegah malaria masuk ke Ibu Kota. Menurut Dosen Universitas Negeri Jakarta (UNJ) itu, RDT dilakukan untuk mengetahui sejauh mana potensi malaria masuk ke DKI Jakarta.

"Hal ini dilakukan untuk mengetahui apakah ada potensi masuknya penyakit malaria ke Ibu Kota, karena Jakarta merupakan daerah bebas penyakit malaria," kata dia.

Selain itu, Junaidi mengimbau kepada seluruh anggota kontingen DKI Jakarta untuk melakukan profilaksis malaria dengan mengonsumsi doksisiklin.

"Agar supaya hasil RDT semua anggota kontingen negatif maka diimbau kepada semua anggota kontingen untuk melakukan profilaksis malaria dengan mengonsumsi obat doksisiklin," kata dia.

Sementara itu, Wakil Ketua bidang Kesehatan kontingen DKI PON Papua Monica Susanto mengatakan, cara pencegahan penyakit malaria dilakukan dengan meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko malaria, mencegah gigitan nyamuk, dan profilaksis dengan konsumsi obat.

"Pencegahan gigitan nyamuk dapat dilakukan dengan menutup kulit dengan celana panjang dan baju berlengan panjang, tidur menggunakan kelambu, serta memakai krim pelindung anti nyamuk," kata Monica.

Soal Cara dan Dosis Pemakaian

Monica menjelaskan mengenai cara dan dosis pemakaian Profilaksis. Efek samping Doksisiklin berupa mual, muntah, nyeri ulu hati, sakit perut, diare ringan, sakit kepala, gatal dan ruam kulit, keputihan atau gatal pada vagina.

Monica mengatakan, pemberian obat ini juga perlu menjadi perhatian khusus bagi mereka yang menderita penyakit hati, penyakit ginjal, penyakit kelamin, menderita kelemahan otot (myasthenia gravis), lupus, menderita asma dan bagi mereka yang mengonsumsi obat pengencer darah.

Selain itu, obat ini menjadi kontraindikasi pada pasien dengan riwayat alergi Doksisiklin atau antibiotik tetrasiklin lainnya dan tidak boleh diberikan pada ibu hamil, ibu menyusui dan anak dibawah umur 8 tahun dan tidak boleh diberikan lebih dari 6 bulan.

"Profilaksis dapat dilakukan dengan minum obat Doksisiklin dosis 100 mg sebanyak 1 kali sehari setelah makan. Obat diminum 2 hari sebelum pergi ke Papua, selama berada di Papua sampai 4 minggu setelah kembali pulang ke Jakarta," kata Monica.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel