PON Papua titik awal pembentukan timnas selam kolam SEA Games Vietnam

·Bacaan 1 menit

Pengurus Besar Persatuan Olahraga Selam Seluruh Indonesia (PB POSSI) menjadikan PON Papua sebagai titik awal pembentukan tim nasional (timnas) selam kolam SEA Games Hanoi, Vietnam.

"PB POSSI melihat PON Papua adalah ajang yang sangat dinantikan dan menjadi awal untuk menyusun dan mempersiapkan tim SEA Games," kata Sekretaris Jenderal PB POSSI Mirza Muttaqien kepada ANTARA di Jayapura, Kamis.

Setelah PON Papua berakhir, sambung Mirza, PB POSSI bakal menggelar seleksi nasional (seleknas) dan kejuaraan lainnya.

Tujuannya tak lepas dari persiapan menghadapi berbagai ajang besar termasuk SEA Games Hanoi, Vietnam.

"Meski jadwal SEA Games Hanoi belum pasti, tetapi kami harus mempersiapkan diri," ujar Mirza menambahkan.

Baca juga: DKI jegal Jawa Timur sapu bersih emas pada hari terakhir selam kolam
Baca juga: Jatim belum terbendung dan pertahankan predikat juara umum selam kolam

Dalam kesempatan ini, Mirza juga mengungkapkan banyak atlet potensial yang tampil dalam gelaran PON Papua.

Menurutnya, pesta olahraga terbesar di Tanah Air tersebut adalah ajang paling dinantikan setelah atlet lama tak bersaing satu sama lain.

"Ini adalah perlombaan yang dinantikan karena sebelumnya tidak ada lomba regional Asia. Semuanya tertunda karena pandemi. Jadi mereka begitu bersemangat," ujarnya.

Perlombaan selam kolam yang bergulir di Arena Akuatik Kampung Harapan, Kabupaten Jayapura telah selesai bergulir pada Kamis (7/10).

Jawa Timur mendominasi dengan meraih 12 emas, 4 perak, dan 3 perunggu. Sementara itu, DKI Jakarta berada di urutan kedua dalam perolehan medali dengan 5emas, 4 perak, dan 3 perunggu.

Baca juga: Papua dan Jawa Timur finis terdepan selam kolam 50m Apnea PON Papua
Baca juga: Jawa Timur kawinkan emas 800m surface selam kolam PON Papua
Baca juga: DKI Jakarta dan Jawa Timur dominasi hari kedua selam kolam

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel