PON XX Papua tetap berlangsung dengan prokes ketat

·Bacaan 2 menit

Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate menegaskan bahwa adanya kasus positif COVID-19 tidak memengaruhi pelaksanaan PON XX Papua, dan aktivitas pertandingan tetap berjalan sesuai jadwal dengan menerapkan protokol kesehatan ketat.

"Pengawasan terus dilakukan, baik oleh Kementerian Kesehatan, Satgas COVID-19 maupun BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana)," katanya, Jumat.

Pemerintah memastikan penanganan terhadap atlet, ofisial, maupun panitia PON XX Papua yang positif COVID-19 telah dilakukan dengan baik, dan mereka dipastikan tidak memiliki gejala, sudah divaksin dua kali, dan menjalani isolasi.

"Pemerintah bergerak cepat sesuai standar prosedur pengendalian COVID-19," kata Johnny.

Baca juga: Indonesia punya potensi besar di dunia digital

Menkominfo mengatakan, para atlet dan ofisial kini tengah menjalani karantina terpusat. Satgas COVID-19 telah melakukan 3T yakni tracing, testing, dan treatment dengan baik.

Temuan ini, menurutnya, menunjukkan proses skrining atlet, ofisial, relawan, dan seluruh yang terlibat dalam PON XX Papua telah berjalan dengan baik dan ketat.

"Semua yang terlacak positif COVID-19 adalah orang tanpa gejala," ujar Johnny.

Menkominfo Johnny menjelaskan, pemerintah menerapkan sistem bubble, penerapan tes COVID-19 secara reguler, hingga memastikan semua yang hadir telah menerima vaksinasi penuh.

Menkominfo menyebut, semua pasien tidak menunjukkan gejala berat sehingga proses penyembuhannya lebih cepat. "Hal ini menunjukkan, manfaat vaksinasi telah berjalan dengan baik," ujarnya.

Seperti diketahui, berdasarkan data Dinas Kesehatan di 4 klaster PON hingga Rabu (6/10) lalu terdapat total 29 kasus positif COVID-19. Jumlah ini terdiri dari 13 orang positif dari Kabupaten Mimika yang semuanya tanpa gejala, dan sudah karantina di RSUD.

Kemudian, Kota Jayapura dengan 12 kasus positif, 2 sudah sembuh dan 10 kasus tanpa gejala (dirawat di RS Provita Kapal Tidar). Adapun, Kabupaten Jayapura tercatat memiliki 7 pasien. Sebanyak 6 pasien dikirim ke Kapal Tidar dan 1 melakukan isoman.

Terakhir, Kabupaten Merauke memiliki 3 pasien, yaitu 2 panitia dan 1 juri yang seluruhnya melakukan karantina di Kapal Sirimau.

Baca juga: Sebanyak Rp15,43 triliun Dana Desa telah disalurkan

Baca juga: Kominfo: 84 persen UMKM telah beraktivitas lagi

Baca juga: Menkominfo tinjau layanan telekomunikasi di PON XX Papua

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel