Ponaryo Astaman Bagi Resep Bertahan Lama di Timnas Indonesia

·Bacaan 2 menit

Bola.com, Jakarta - Kiprah Ponaryo Astaman terbilang lumayan di Timnas Indonesia senior. Pria kelahiran Balikpapan, 25 September 1979 ini tercatat membela timnas pada 2003 sampai 2013.

Pencapaian tertinggi Ponaryo Astaman bersama skuad Garuda adalah tampil di Piala Asia edisi 2004 dan 2007. Ia pernah menjadi kapten Timnas Indonesia selama empat tahun.

Dalam channel Sportsmagz TV, Popon, sapaan akrabnya, mengungkapkan tak mudah buat seorang pemain berstatus anggota timnas dalam waktu yang lama. Selain persaingan antarpemain yang ketat, dibutuhkan mental kuat agar tetap bertahan.

"Pemain dengan status bintang di klub belum tentu main bagus saat membela timnas karena atmosfernya berbeda," ujar Popon.

Popon mengungkap resep dirinya bisa bertahan lama di Timnas Indonesia. Selain latihan keras, ia juga menjaga kondisi dengan istirahat yang cukup serta menjaga pola makan.

"Sebenarnya hal ini sudah menjadi standar seorang pemain profesional. Tinggal butuh tekad yang kuat agar konsisten menjalankannya selama berkarier sebagai pemain. Caranya terus memotivasi diri dan memiliki semangat tak mau kalah,"terang Popon.

Selain itu, lanjut Popon, seorang pemain harus menyesuaikan diri dengan karakter dan strategi yang diterapkan pelatih yang menangani tim. "Sehebat apa pun seorang pemain, ia harus berkiblat pada pelatihnya."

Sikap dan motivasi ala Popon membuatnya selalu mendapat di Timnas Indonesia meski selalu ada yang muncul pemain baru. Popon menunjuk sejumlah nama-nama mentereng yang menjadi rekan sekaligus pesaingnya di timnas, di antaranya Uston Nawawi, Imran Nahumarury, Yaris Riyadi, Legimin Raharjo, Hariono, Syamsul Chaeruddin dan Firman Utina.

"Bagi saya persaingan antarpemain di Timnas Indonesia justru membuat saya makin terpacu untuk meningkatkan kemampuan. Prinsip saya, siapa pun pemain yang dipanggil timnas tak masalah. Karena selalu ada pemain baru menggantikan mereka yang tak bisa bertahan. Saya yakin dengan kerja keras dan mental kuat, saya tetap bisa menjadi bagian dari timnas," terang Ponaryo Astaman.

Fokus Sebagai GM APPI

Pesepak bola Ponaryo Astaman. (Bola.com/Vitalis Yogi Trisna)
Pesepak bola Ponaryo Astaman. (Bola.com/Vitalis Yogi Trisna)

Selepas pensiun sebagai pemain, Ponaryo Astaman belakangan memilih fokus menjadi General Manajer Asosiasi Pemain Profesional Indonesia (APPI). Padahal dengan statusnya sebagai eks pemain Timnas Indonesia dan sudah mengantongi lisensi A-AFC, sejatinya tak sulit buat Popon mendapatkan klub.

Menurut Popon, sebenarnya ia juga sudah mempersiapkan diri menjadi pelatih. Bahkan ketika masih berstatus sebagai pemain. Buktinya, ia mengantongi lisensi C-AFC ketika berkostum Sriwijaya FC.

Kemudian mendapatkan lisensi B-AFC ketika berstatus pemain PSM. Terakhir, ia resmi memegang lisensi A-AFC saat membela Borneo FC.

"Saya sempat membantu Mas Kurniawan (Dwi Yulianto) menangani Borneo di Piala Presiden," ungkap Popon.

Ponaryo menambahkan untuk sementara menunda dulu keinginannya menjadi pelatih. Ia tak ingin ada ada conflict of interest kalau dirinya menjadi pelatih sekaligus GM APPI.

Di matanya permasalahan yang kerap menimpa pemain perlu dipikirkan dan diselesaikan dengan baik. Meski sebuah tim memiliki pelatih yang baik kalau pemainnya bermasalah pasti berdampak pada penampilan tim secara keluruhan.

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini