Pondok Pesantren di Depok Dibakar ABG

TRIBUNNEWS.COM,DEPOK--Polresta Depok mengamankan belasan orang terkait pembakaran pondok pesantren (ponpes) Mashadul Al Mustatobah di Kelurahan Pondok Petir, Bojongsari, Minggu (26/8/2012) malam.

Kapolresta Depok, Kombes Pol Mulyadi Kaharni mengatakan sudah memeriksa 14 orang saksi dari lokasi perusakan dan pembakaran ponpes tersebut. Tiga di antaranya sudah ditetapkan sebagai tersangka.

Dugaan sementara pelaku bukan merupakan warga yang berasal dari sekitar pesantren, tetapi warga yang berasal dari luar lingkungan tersebut. "Diduga dari luar lingkungan sekitar 14 saksi, 3 kami tetapkan tersangka. Di antaranya banyak ABG (anak baru gede/remaja, red) tanggung," katanya kepada wartawan, Senin (27/08/2012).

Lebih lanjut Mulyadi menerangkan bahwa tiga tersangka tidak hanya berperan sebagai provokator tetapi terlibat langsung dalam pembakaran tersebut. Pembakaran terjadi terkait kabar tentang bebasnya ustaz Fauzan Azim Ghazali yang diduga mencabuli dan memaksa menikah santri berinisial M (19).

Padahal polisi sudah menahan ustaz cabul tersebut sejak dua hari lalu dan tersangka masih mendekam di tahanan.

Kasus tersebut berawal dari kasus persetubuhan anak di bawah umur, M pada tahun 2009 yang merupakan santri pondok pesantren Mashadul Al Mustatobah oleh ustaz Fauzan yang merupakan kepala pesantren tersebut. Kasus tersebut pun terungkap di tengah warga hingga menimbulkan kemarahan.

Aksi anarkis dilakukan massa yang berjumlah sekitar 150 orang dengan membakar salah satu bangunan pesantren Masyadul Musthathoba di Jalan Raya Curug RT 03 RW 09, Kelurahan Curug, Kecamatan Bojong Sari, Depok, Jawa Barat, Minggu (26/8/2012) pukul 20.00 WIB.

"Jadi warga mendengar Ketua RT berdamai dengan ustaz Fauzan Azim Ghazali, yang juga Ketua Pondok Pesantren Masyadul Musthathoba. Masih belum jelas siapa penyebar info itu. Padahal sampai saat ini ustaz Fauzan masih ditahan di Polres Depok," ucap Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Rikwanto, Senin (27/8/2012).

Akibat aksi anarkisme warga, sebuah pintu gerbang, dua buah saung, kaca jendela dan berbagai barang-barang lainnya milik pondok pesantren rusak. Kerugian mencapai Rp 150 juta. "Kapolres Depok (Kombes Pol Mulyadi) sudah ke lokasi, berdialog dengan warga dan saat ini semuanya sudah kondusif," ujar Rikwanto.

Sementara itu Kapolresta Depok, Kombes Pol Mulyadi Kaharni mengatakan pelaku pembakaran pondok pesantren Mashadul Al Mustatobah di Kelurahan Pondok Petir, Bojongsari, Depok bisa saja bertambah, karena aktor intelektual pembakaran belum ditangkap.

Mulyadi juga mengatakan selain masih memeriksa saksi-saksi, barang bukti dalam kejadian tersebut juga telah diamankan pihak kepolisian. "Saksi-saksi masih kami periksa, barang bukti yang diamankan, pecahan batu, dan kaca, juga sejumlah dokumen," katanya.

Lebih lanjut Mulyadi menjelaskan saat ini pihaknya masih bersiaga penuh dan menempatkan ratusan personel di lokasi kejadian. "Belum tahu sampai kapan (pengamanan di sekitar TKP), bisa berhari-hari sampai kondisi benar-benar kondusif, jumlah tersangka juga masih bisa bertambah," katanya. (Theresia Felisiani/Bahri Kurniawan).

Berita Terkait: Ponpes di Depok Dibakar Warga
  • Polresta Depok Buru Aktor Intelektual Pembakaran Ponpes
  • 14 Orang Diduga Pelaku Pembakaran Ponpes di Depok Ditangkap
  • Kabar Ustadz Cabul Bebas, Pesantren di Bojong Dibakar
Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.