Ponsel AKP Irfan & Penjual CCTV Eror, Kuasa Hukum: Rusaknya Janjian Ya

Merdeka.com - Merdeka.com - Sidang perintangan penyidikan atau obstruction of justice kematian Brigadir J kembali digelar. Kali ini beragenda mendengarkan keterangan saksi untuk terdakwa Brigjen Hendra Kurniawan dan Kombes Agus Nurpatria.

Dalam persidangan, Kuasa Hukum Hendra Kurniawan kepada saksi Tjong Djiu Fung alias Afung mendalami tidak adanya bukti percakapan antara AKP Irfan dan Afung terkait pemesanan DVR CCTV Komplek Polri Duren Tiga, Pancoran, Jakarta Selatan.

Berawal dari kuasa Hukum Hendra bertanya yang tidak bisa membuktikan soal pernah berkomunikasi dengan AKP Irfan untuk ganti CCTV.

"Saya mau membacakan keterangan bapak ini nomor 15, Pertanyaannya adalah saudara dihubungi AKP Irfan melalui alat komunikasi tapi tidak dapat dibuktikan. Bagaimana?" tanya tim kuasa hukum Hendra dalam sidang di pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (3/11).

"Bahwa dapat saya jelaskan saya dihubungi oleh WhatsApp namun saya tidak dapat memperlihatkan WhatsApp dengan Irfan karena WhatsApp saya eror. Penyimpanan saya hampir penuh," jawab Afung.

Kuasa hukum Hendra pun sempat mempertanyakan bagaimana bisa ponsel milik afung dan Irfan dapat eror dalam waktu yang bersamaan. Lantaran ponsel milik Irfan juga eror dan tidak dapat menunjukan bukti komunikasinya.

"Sama dengan AKP Irfan rusaknya. Rusaknya janjian ya?" tanya pihak Hendra.

"Keterangan Irfan di BAP Nomor 27 'Dapat saya jelaskan handphone rusak karena terjatuh rusak Juli dari perjalanan mengendarai motor di rumah kenapa bisa bersamaan rusak. Bagaimana?" Lanjut bertanya.

"Saya tidak mengetahui," jawab Afung.

"Tapi bersamaan rusaknya," ujar pihak Hendra. [rhm]