Ponsel Wartawan Dirusak saat Liput Demo BBM, Polda Aceh: Jangan Langsung Tuduh Polisi

Merdeka.com - Merdeka.com - Kepolisian Daerah (Polda Aceh) menanggapi pengrusakan alat kerja berupa ponsel milik wartawan saat meliput aksi demo mahasiswa UIN Ar-Raniry terkait penolakan kenaikan harga BBM di depan gedung DPR Aceh, Rabu (7/9) kemarin. Mereka meminta agar tidak ada tuduhan sepihak bahwa pelakunya adalah anggota kepolisian.

"Perusakan tersebut jangan langsung dituduhkan bahwa pelakunya adalah polisi, sebelum ada bukti yang jelas," kata Kabid Humas Polda Aceh Kombes Winardy, Kamis (8/9).

Dia mengatakan saat itu demo mahasiswa berujung anarkis. Pengrusakan HP wartawan tersebut, klaim Winardy, bisa saja terjadi dan dilakukan siapa saja.

"Itu juga merupakan salah satu risiko wartawan yang meliput kegiatan unjuk rasa anarkis," ujarnya.

Winardy menyebut saat aksi demo, dua mobil dinas polisi ikut dirusak. Kaca depan dan belakangnya hancur. "Namun itu adalah risiko saat pengamanan unjuk rasa anarkis," katanya.

Dia menyayangkan tuduhan sepihak terkait perusakan alat kerja jurnalis yang langsung dialamatkan kepada polisi yang tengah melakukan pengamanan. Bigitupun, pihaknya tetap akan mendalami dugaan itu.

"Intinya, dugaan itu tetap kami dalami. Namun, jangan langsung memvonis kalau itu ulah intel polisi. Apalagi sampai memframing seolah-olah polisi di lapangan kasar terhadap pers," pungkasnya. [yan]