Poperti Film Rumah Kuyang Perawan Dayak Dipamerkan di Thamrin City

Laporan wartawan Wartakotalive.com, Ign Agung Nugroho

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Setting properti syuting film 'Rumah Kuyang Perawan Dayak' yang dibintangi Julia Perez (Jupe) dipamerkan di lantai 3 pusat perbelanjaan Thamrin City, Tanahabang, Jakarta Pusat.

Setting properti film tersebut dikemas dalam konsep semacam 'rumah hantu' itu dipamerkan selama dua bulan. Pengunjung pusat perbelanjaan di Jakarta Pusat ini dibuka untuk umum mulai Sabtu (1/6/2013).

Menurut Indra Singh, produser film 'Rumah Kuyang Perawan Dayak' kehadiran properti syuting film bergenre horor tersebut dimaksudkan untuk memperkenalkan budaya suku Dayak di Jakarta.

"Film Ini diproduksi di Kalimantan. Jadi event ini sekaligus mengingatkan penikmat film Indonesia akan keberadaan film ini maka kami pamerkan seluruh properti yang digunakan selama syuting," kata Indra Singh di Thamrin City, Jakarta Pusat, Jumat (31/5/2013).

Indra menambahkan, bagi pengunjung yang ingin menyaksikan event itu dikenakan tiket masuk Rp 20.000/orang.

Sementara, Shankar RS, selaku produser eksekutif film tersebut mengatakan, Jupe melakukan syuting film ini saat dia belum masuk penjara.

Rencananya film besutan sutradara Chisca Dopert itu akan ditayangkan dibioskop mulai 29 Agustus 2013 mendatang. "Kehadiran film ini bisa dikatakan come back-nya Julia Perez setelah menjalani masa tahanan," kata Shanker.

Disinggung apakah tidak kuatir muncul protes dari warga suku Dayak dipamerkannya properti syuting film itu dalam konsep 'rumah hantu' ?
"Oh nggak kami semua sudah konsultasikan sebelumnya kepada tokoh masyakarat Dayak. Film ini
juga melibatkan masyarakat asli Dayak, salah satunya Panglima Kumbang (tokoh suku Dayak)," kata Shanker.

Baca Juga:

  • Masyarakat Adat Kecewa Tak Ditemui Bupati Nunukan
Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.