Popularitas Tempe Naik Daun di Amerika, Ahli Gizi Bilang Begini

·Bacaan 1 menit

VIVATempe pada dasarnya adalah bungkil kedelai yang difermentasi, dan manfaatnya sangat luar biasa di samping harganya yang murah. Tempe dibuat melalui proses beberapa langkah yang dimulai dengan merendam, merebus dan mengeringkan kedelai utuh.

Biji kedelai kemudian diinokulasi dengan spora kapang - paling sering dari spesies Rhizopus oligosporus - dan difermentasi. Hasilnya adalah alternatif protein nabati yang tegas dengan rasa yang lembut, seperti kacang dan seperti jamur.

Selama bertahun-tahun, tempe hidup dalam bayang-bayang tahu di Amerika Serikat. Tetapi kini tidak lagi. Dikutip dari The Healthy, pada 2026 penjualan tempe global diproyeksikan mencapai US$ 5,8 miliar, melonjak 61 persen dari perkiraan 2018. Para ahli gizi pun mengungkapkan beragam alasannya. Baca selengkapnya...