Populi Center Paparkan Jajak Pendapat 50 Ahli: Kemunduran dalam Kebebasan Berpendapat

Merdeka.com - Merdeka.com - Populi Center merilis hasil jajak pendapat bersama 50 ahli terkait isu kebangsaan dan kenegaraan. Jajak pendapat diselenggarakan 19 - 26 Mei 2022.

Peneliti Populi Center, Rafif Imawan menjelaskan hasilnya. Soal isu demokrasi saat ini, para ahli menjawab dalam kondisi baik sebesar 62 persen dan sangat baik sebesar 6 persen. Sedangkan para ahli yang menjawab buruk 30 persen dan 2 persen yang menjawab sangat buruk.

"Pelaksanaan demokrasi saat ini berjalan cukup baik dengan adanya sistem kepartaian yang stabil, adanya ruang untuk menyampaikan pendapat cukup baik. Meski demikian, ada beberapa hal yang perlu mendapat catatan untuk memperbaiki demokrasi kita," kata Rafif dalam paparannya, Minggu (5/6).

Berdasarkan hasil jawaban para ahli, ada beberapa catatan. Pertama kondisi negara dari sisi kebebasan berpendapat dengan persentase mayoritas responden mengatakan mengalami kemunduran atau sebesar 58 persen. Menurutnya, para ahli melihat ini dari sisi kualitas demokrasi kebebasan berpendapatnya mengalami penurunan.

Catatan juga diberikan untuk pemberantasan korupsi. Sebanyak 52 persen atau suara mayoritas mengutarakan tidak ada perbaikan. Hanya 22% yang mengatakan pemberantasan korupsi mengalami perbaikan dan 26 persen sisanya mengatakan tidak ada perubahan.

Mengenai aspek partisipasi publik dalam pembuatan kebijakan strategis dan check and balances eksekutif dan legislatif di tingkat pusat juga mendapat sorotan.

"Memang, ruang demokrasi terbuka, kepercayaan terhadap pemerintah terbuka tetapi orang takut berbeda pendapat dengan mayoritas," tegas Rafif.

jajak pendapat 50 ahli dan populi centre soal isu kebangsaan
jajak pendapat 50 ahli dan populi centre soal isu kebangsaan

Sebagai disclaimer, Rafif mengingatkan paparannya merupakan catatan kepada publik bahwa hasil ini bukan merupakan gambaran umum mengenai situasi sosial politik di Indonesia pada saat ini. Tetapi, paparan ini diharapnya bisa menjadi bahan diskusi dan masukan.

"Hasil ini tidak mewakili pandangan dari ilmuwan sosial politik dan pemerintahan di Indonesia secara keseluruhan, melainkan hanya merepresentasi pandangan para ahli yang menjadi narasumber kami," Rafif menutup.

Reporter: Muhammad Radityo

Sumber: Liputan6.com [noe]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel