Pornhub Samakan COVID-19 dengan Serangan Teroris 11 September

Lazuardhi Utama
·Bacaan 2 menit

VIVA – Situs dewasa Pornhub menyebut pandemi COVID-19 sama bahayanya dengan Serangan Teroris 11 September 2001 atau 9/11. Seperti diketahui, Serangan 11 September menewaskan hampir 3.000 orang dan melukai lebih dari 6.000 lainnya.

Serangan ini dianggap sebagai salah satu serangan teroris paling mematikan dan memicu serangkaian perubahan dalam pendekatan dan operasi antiteror Amerika Serikat (AS) di seluruh dunia.

Baca: Cerita Mantan Karyawan Pornhub, Wajib Nonton 1.200 Video Porno

Seperti dikutip dari Sputniknews, Rabu, 23 Desember 2020, Pornhub baru-baru ini merilis video pendidikan seks baru untuk memberikan wawasan tentang efek COVID-19 terhadap alat kelamin pria, khususnya bagaimana SARS-CoV-2 bisa menyebabkan disfungsi ereksi.

Video yang dibawakan oleh Dr. Judson Brandeis, seorang pakar kesehatan bersertifikat, menjelaskan seluk beluk COVID-19 menyerang tubuh seseorang di tingkat sel. Tapi, ada satu komentar yang menarik perhatian penonton.

Beberapa saat setelah menyoroti bahwa COVID-19 merusak lapisan di sepanjang pembuluh darah, Brandeis memilih untuk membandingkan COVID-19 dengan Serangan Teroris 11 September 2001.

“Saya khawatir pandemi COVID-19 akan mengakibatkan disfungsi ereksi yang meluas. Saat infeksi meningkat ada pertempuran epik yang sedang terjadi. Itu sama seperti teroris 9/11 yang menggunakan pesawat kami untuk menghancurkan menara kembar. Virus Corona membajak sel di tubuh kami untuk membuat virus baru yang kemudian dilepas dalam jumlah besar," tegas Brandeis.

Ia juga mencatat bahwa sistem kekebalan tubuh manusia belum pernah bertemu dengan virus jenis ini sebelumnya, dan mengatakan penelitian telah menemukan bahwa oksida nitrat dapat mengurangi efek penyakit pada tubuh manusia, terutama pembuluh darah.

Brandeis kemudian mendesak para penonton yang menyaksikan channelnya untuk terus menjaga diri sebagai bagian dari tindakan pencegahan COVID-19, termasuk menjaga jarak, mencuci tangan, serta menggunakan masker.

Sebelumnya, Pornhub mengklaim telah menghapus 80 persen videonya, menyusul laporan bahwa situs dipenuhi dengan konten pelecehan anak dan pemerkosaan. Situs berbayar asal Kanada itu telah diblokir oleh Visa dan Mastercard karena masalah tersebut. Lebih dari 10 juta video kemudian dihapus.