Porsche Ogah Sandang Gelar Mobil Mewah Bikinan China

Pius Yosep Mali
·Bacaan 1 menit

VIVAPorsche menjadi salah satu merek mobil mewah ternama di dunia. Produsen otomotif itu berasal dari Jerman, dan hingga saat ini tetap mempertahankan produksi kendaraan di tanah kelahirannya.

Ya, berkembangnya zaman dan teknologi, serta permintaan pasar membuat pabrikan mobil mewah dari daratan Eropa memindahkan produksinya ke Benua Asia. Salah satu negara pilihannya adalah China, yang dikenal memiliki penduduk terbanyak di dunia.

Merek-merek mobil mewah seperti Audi, Mercedes-Benz, sampai BMW juga sudah memiliki fasilitas produksi di Tiongkok. Mereka memanfaatkan pertumbuhan penjualan, serta daya beli masyarakat di Negeri Tirai Bambu tersebut.

Porsche sendiri sepanjang tahun lalu menjual 272.162 unit mobil mewah di dunia. Dari jumlah tersebut, sebanyak 88.896 unit didistribusikan ke China untuk memenuhi kebutuhan konsumen di sana. Pencapaian itu bahkan lebih banyak daripada yang laku di Eropa, yakni 80.892 unit.

Chief Executive Porsche, Oliver Blume mengatakan, pihaknya belum tertarik melakukan cara yang sama seperti pabrikan mobil Eropa lainnya, untuk memproduksi kendaraannya secara lokal di negara yang memiliki penduduk terbanyak itu.

"Ini merupakan kaitan antara kualitas dan argumen, bahwa mobil premium masih diporudksi dari Eropa, untuk pasar China. Hari ini tidak masuk akal, tidak tahu dalam 10 tahun lagi," ujarnya seperti dikutip dari Carscoops, Rabu 17 Februari 2021.

Blum mengatakan, dengan terus memproduksi kendaraan sport mewah di Jerman, maka pabrikan bisa terus mempertahankan harganya tetap stabil. Selain itu, perlu banyak biaya produksi untuk tetap bisa mempertahankan citra mobil mewah 'Made in Germany'.

"Ini juga sangat bergantung pada volume produksi yang terus berkembang, serta peraturan-peraturan yang berlaku di setiap negara," paparnya.