Portina targetkan lengkapi 34 pengprov dalam triwulan pertama 2021

Jafar M Sidik
·Bacaan 1 menit

Persatuan Olahraga Tradisional Indonesia (Portina) dalam rapat pleno menargetkan akan melengkapi pengurus di seluruh provinsi di Indonesia sebanyak 34 Pengprov hingga triwulan pertama 2021.

Sejak resmi dikukuhkan oleh Federasi Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (FORMI) pada Juli, Portina yang diketuai Agung Widyantoro terus berbenah agar organisasi yang menaungi olahraga tradisional bisa hadir di seluruh wilayah.

"Salah satu yang ditekankan adalah menambah jumlah Pengprov hingga menjadi 34 provinsi. Untuk sementara target tersebut akan direalisasikan hingga triwulan pertama pertama tahun depan," kata Ketua Bidang Organisasi Portina Yahya Majid dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat.

Sampai hari ini Portina sudah membentuk 22 Pengprov, dengan tambahan lima provinsi sudah menerima mandat kepengurusan sehingga sampai akhir 2020 akan bertambah menjadi 27 Pengprov.

Baca juga: Babel tuan rumah Festival Olahraga Tradisional Nasional

"Untuk provinsi yang sudah menerima mandat ini akan diberikan waktu hingga 60 hari untuk membentuk kepengurusan sebelum dilantik. Sedangkan tujuh provinsi yang belum membentuk pengurus yaitu Kepulauan Riau, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Utara, Maluku Utara, dan Gorontalo. Dua diantaranya sudah menjadi kandidat ingin membentuk, yaitu Kepri dan NTB," kata Yahya.

Selain berkeinginan melengkapi jajaran pengurusnya di daerah, Portina juga akan mengusulkan menambah empat olahraga tradisional ke dalam daftar olahraga tradisional yang telah diklasifikasi 11 jenis.

Penambahan ini dilakukan tidak sembarangan, kata Yahya, karena pihaknya sudah melakukan kajian akademis.

"Sebelum ada Portina sudah ada 11 olahraga tradisional yang telah dicatatkan sejak 2006, kami sudah buat modul dengan menambahkan empat olahraga baru yaitu pencak silat tradisional, sepak raga, panahan tradisional, dan ketapel," sebut Yahya.

Rencana ini merupakan bagian kinerja Portina yang berusaha menggali dan menambah perbendaharaan olahraga tradisional di Indonesia, mengingat ragam olahraga semacam ini masih banyak yang belum dikenal luas.

Baca juga: Banten juara umum Pekan Olahraga Tradisional Nasional 2019 di Bantul