Portofolio adalah Dokumen Lamaran Kerja yang Penting, Begini Cara Membuatnya

·Bacaan 4 menit

Fimela.com, Jakarta Portofolio identik dikenal dengan dokumen penting dalam melamar pekerjaan. Portofolio juga bisa diartikan sebagai berkas penting selain CV dan surat lamaran kerja yang harus Kamu sertakan ketika memasukkan lamaran kerja ke suatu perusahaan atau instansi. Portofolio menjadi penting karena di dalamnya terkandung segala rincian mengenai skill dan kapasitas yang Kamu miliki.

Portofolio bertujuan untuk meningkatkan value atau nilai terhadap skill dan kapasitas yang kamu miliki terhadap suatu hal. Portofolio akan digunakan oleh perusahaan atau instansi terkait untuk mempertimbangkan lamaran kerja. Di era globalisasi seperti sekarang, di mana persaingan antar individu semakin ketat, memiliki sebuah skill khusus yang dapat dibuktikan adalah hal penting.

Meski demikian, ternyata masih banyak yang belum memahami apa itu portofolio dalam dunia kerja, seperti apa perannya, dan bagaimana cara membuat portofolio yang baik dan benar. Untuk itu, kamu perlu tahu cara untuk membuatnya.

Dilansir dari Merdeka.com, Fimela.com kali ini akan mengulas tentang portofolio, lengkap beserta cara membuatnya. Simak ulasan selengkapnya berikut ini.

Seputar Portofolio

Ilustrasi Portofolio Credit: pexels.com/AndreaPiacquadio
Ilustrasi Portofolio Credit: pexels.com/AndreaPiacquadio

Arti asli portofolio adalah; a hinged cover or flexible case for carrying loose papers, pictures, or phamplets (semacam map, kotak, atau tas yang fleksibel untuk dipakai membawa surat-surat atau dokumen-dokumen lepas, gambar-gambar, atau pamflet lepas). Jadi, pada dasarnya portofolio adalah suatu koleksi hasil kerja seseorang yang berupa kumpulan dokumen secara lepas. Dengan melihat koleksi itu, seseorang dapat menelusuri riwayat perkembangan prestasi atau apapun yang telah dicapainya.

Makna dan konteks portofolio dapat menjadi berbeda, tergantung sudut pandang atau perspektifmu dalam melihatnya. Sebagai contoh, di dunia perusahaan portofolio adalah kumpulan dokumen yang dimiliki perusahaan dan dipergunakan untuk menilai keberhasilan proses pencapaian tujuan suatu program atau rencana produksi.

Di dunia fotografer portofolio adalah kumpulan dokumen yang akan dipakai untuk memperlihatkan prospektif pekerjaannya kepada pelanggan dengan menunjukkan koleksi pekerjaan yang dimilikinya. Di dunia kesehatan, portofolio adalah dokumen yang digunakan untuk memantau perkembangan kesehatan seseorang.

Di dunia pendidikan, secara umum portofolio adalah kumpulan evidence (dokumen, bukti) yang berisi informasi tentang kemampuan dan perkembangan peserta didik dari waktu ke waktu. Sementara dalam bidang politik, portofolio adalah kewajiban dan pilar pemerintahan para menteri kabinet dan juga para pejabat pimpinan departemen yang ada di dalam institusi pemerintah.

Pentingnya Dokumen Portofolio

Ilustrasi Melihat Portofolio Credit: pexels.com/Sora
Ilustrasi Melihat Portofolio Credit: pexels.com/Sora

Telah diketahui bahwa portofolio adalah wadah yang berisi sejumlah bukti yang dikumpulkan untuk tujuan tertentu. Dengan adanya portofolio, kamu dapat membuktikan kepada orang lain khususnya rekruter bahwa Anda benar-benar memiliki skill dan kapasitas seperti yang tertera pada CV Anda.

Keberadaan portofolio saat ini sangat penting bagi setiap individu yang sedang mencari pekerjaan. Karena sebagian besar perusahaan akan menilai kemampuan kamu dari apa yang tercantum dalam daftar portofolio. Bahkan, ada juga perusahaan yang lebih mementingkan kualitas portofolio seseorang daripada latar belakang pendidikannya.

Ada baiknya jika kamu mulai merencanakan penyusunan portofolio sejak masih dalam masa kuliah. Pengalamanmu dalam berorganisasi, posisi yang pernah diemban di sana, lomba-lomba dan kegiatan ekstra yang pernah diikuti, dapat menjadi pengisi portofolio kelak sebagai fresh graduate ketika kamu mulai mencari kerja.

Cara Membuat Portofolio

Ilustrasi Membuat Portofolio Credit: pexels.com/AndreaPiacquadio
Ilustrasi Membuat Portofolio Credit: pexels.com/AndreaPiacquadio

Setelah mengetahui pengertian potrofolio dan pentingnya bagi seseorang untuk mengembangkan skill guna mengisi portofolionya, kali ini kamu perlu mengetahui bagaimana cara menulis dan menyusun portofolio dengan baik dan benar.

Portofolio yang baik dan menarik akan lebih mudah mendapat perhatian oleh rekruter. Hal ini akan memudahkan langkahmu ke tahap selanjutnya. Berikut panduan cara membuat portofolio yang baik dan benar.

1. Daftar Isi

Portofolio adalah kumpulan file dan dokumentasi yang menunjukkan berbagai pencapaian dan prestasi yang kamu miliki. Maka, untuk mempermudah proses screening atau pembacaan portofolio oleh klien atau rekruter, akan lebih baik jika kamu membuat daftar isi untuk portofolio. Selain membuat portofolio tersusun dengan rapi, daftar isi juga akan memudahkan pembaca untuk menemukan informasi khusus tentangmu yang sedang mereka cari.

2. Pilih Karya atau Prestasi Terbaik

Portofolio adalah rincian prestasi dan pencapaian yang pernah diraih. Namun tidak semua hal dapat masuk ke dalam portofolio. Sebaiknya kamu pilih prestasi-prestasi dan pencapaian akademik maupun karir yang paling signifikan dan memuaskan. Akan lebih bagus lagi jika prestasi dan pencapaian tersebut berkaitan dan relevan dengan posisi yang sedang kamu lamar. Hal ini akan membuat portofolio Kamu tampak menonjol dan berkesan.

3. Usahakan Portofolio Tampil Sederhana Namun Berisi

Portofolio yang baik adalah portofolio yang sederhana namun berisi, menarik dan nyaman dilihat. Portofolio juga sebaiknya tersusun dalam satu halaman atau file yang sama. Portofolio dapat dibuat dengan format PDF dan menyatu dengan curriculum vitae agar konteks hasil pekerjaan dan latar belakang Kamu dapat terlihat dalam satu kesatuan. Selain PDF, kamu juga dapat membuat situs website khusus untuk menaruh semua dokumen prestasi dan pencapaian.

4. Pilih Desain dan Warna yang Minimalis

Desain pada tampilan portofolio juga berpengaruh terhadap tingkat ketertarikan rekruter dalam membaca. Portofolio yang baik adalah portofolio yang dikemas dalam sebuah tampilan yang rapi, nampak bersih, berwarna kalem, dan tidak mengandung ilustrasi yang berlebihan dan tidak sesuai dengan konteks.