Pos Indonesia bekali mitra kerja dengan kendaraan listrik

PT Pos Indonesia (Persero) membekali mitra kerja O-Ranger yang bertugas sebagai kurir sekaligus agen pemasaran dan penjualan, dengan kendaraan listrik untuk mendorong dan mempercepat transisi menuju transportasi rendah emisi.

Direktur Bisnis Kurir dan Logistik Pos Indonesia Siti Choiriana mengatakan pemanfaatan kendaraan listrik membuat biaya transportasi menjadi lebih murah karena tidak terdampak kenaikan harga bahan bakar minyak.

"Kami sudah konsen untuk migrasi ke motor listrik. Beberapa O-Ranger sudah pakai motor listrik," ujarnya dalam keterangan di Jakarta, Rabu.

Choiriana atau yang akrab disapa Ana menuturkan Pos Indonesia mendorong setiap mitra kerja baru O-Ranger untuk menggunakan motor listrik dengan konsep seperti sewa beli.

Ia memaparkan perseroan memberikan motor listrik, lalu mitra kerja mencicil kendaraan itu sampai lunas hingga suatu hari akan menjadi haknya O-Ranger.

"Biaya cicilan sesuai penghasilan mereka. Kalau mereka dapat Rp6 juta sebulan bisa disisihkan Rp300.000 atau Rp500.000 untuk cicilan motor listrik," jelas Ana.

Ia mengasumsikan bila sehari mitra kerja O-Ranger menghabiskan Rp30.000 untuk membeli bahan bakar minyak, maka dalam sebulan nilainya bisa mencapai Rp900.000.

Dengan demikian, apabila alokasi cicilan motor listrik hampir Rp1 juta setara dengan biaya membeli BBM selama sebulan, maka kendaraan itu lunas dalam waktu dua tahun.

Menurut dia, harga motor listrik saat ini kian terjangkau dari sebelumnya edisi pertama berada pada angka di atas Rp20 juta per unit, tetapi sekarang sudah ada motor listrik yang dijual seharga Rp15 juta per unit.

"O-Ranger baru pasti didorong untuk menggunakan motor listrik. Kalau mereka sudah lima tahun, kami sarankan untuk ganti tapi dengan cara yang mudah dan murah untuk mereka," kata Ana.

Saat ini, Pos Indonesia telah memiliki lebih dari 300 unit sepeda motor listrik dan lebih dari 10 unit mobil listrik. Beberapa wilayah yang telah menggunakan kendaraan listrik dalam setiap proses pelayanan kurir dan logistik, antara lain Jakarta, Surabaya, Yogyakarta, dan Bali.

Selain menggunakan kendaraan listrik, perseroan juga sudah mulai memanfaatkan energi bersih yang bersumber dari radiasi matahari. Sejauh ini, proyek percontohan pemanfaatan energi surya baru ada ada dua titik, yakni kantor pelayanan yang ada di Bali dan gudang logistik di Tambun, Bekasi, Jawa Barat.


Baca juga: Pos Indonesia tegaskan tidak naikkan tarif logistik
Baca juga: Pos dan IFG Life jalin kerja sama perkuat ekosistem BUMN
Baca juga: Pos Indonesia sasar konsumen milenial, dekati kalangan kampus