Pos Indonesia Gandeng Microsoft, Erick Thohir: Bukti BUMN Bukan Menara Gading

Merdeka.com - Merdeka.com - Menteri BUMN, Erick Thohir menyambut positif kerja sama antara PT Pos Indonesia dengan perusahaan teknologi Microsoft. Menurutnya, itu jadi bukti kalau BUMN bukanlan menara gading yang tak bisa digapai.

Kolaborasi ini telah ditindaklanjuti dengan penandatanganan nota kesepahaman antara kedua perusahaan. Yakni, mengenai penguatan transformasi bisnis, khususnya di sektor digital di PT Pos Indonesia yang didukung oleh Microsoft.

"Kerja sama Microsoft dan Pos Indonesia bukti BUMN bukan menara gading, tapi apa yang kita bangun, BUMN menjadi lokomotif dengan membangun kebersamaan, menjaga potensi pertumbuhan Indonesia secara ekonomi yang tidak mudah targetnya. Itulah kenapa perlu ada peran kerja sama BUMN, swasta, dan UMKM," ucap Erick Thohir dalam Satu Festival Indonesia, di Pos Bloc, Jakarta Pusat, Kamis (10/11).

Erick juga memuji proses Pos Indonesia yang mempercantik kawasan gedung filateli yang disulap jadi pusat tongkrongan ala milenial. Baginya, ini jadi bukti keberhasilan transformasi yang dilakukan.

Pada kesempatan yang sama, Presiden Direktur Microsoft Indonesia Dharma Sinorangkir menyebut bahwa kerja sama transformasi bisnis akan terus dilanjutkan ke depannya. Utamanya dalam sektor digital.

"Kita membantu Pos Indonesia dalam metode digital business-nya, semuanya digital, dan mengembangkan talenta digital di PT Pos," kata dia.

Kerja sama yang dibangun selama ini antara kedua perusahaan telah terbukti membawa Pos Indonesia menjadi lebih kompetitif dengan bantuan teknologi. Mengingat lagi PT Pos Indonesia yang kini sudah berusia 272 tahun.

Perbaiki Kinerja Keuangan

Direktur Utama PT Pos Indonesia Faizal Rochmad Djoemadi mengungkapkan bahwa kerja sama transformasi membuahkan hasil. Bahkan bisa berkontribusi pada perbaikan kinerja keuangan yang meningkat.

Menurut catatannya, dalam 2 tahun terakhir transformasi bisnis, Pos Indonesia mampu mencatatkan pertumbuhan di atas 10 persen. Dia juga optimistis akhir tahun nanti bisa mencatatkan hal yang serupa.

"Tentang 2 tahun transformasi, ini kita lakukan transformasi dan inovasi, memang ujung-ujungnya duit, 2 tahun ini sudah membaik. Profit kita tumbuh double digit di 2021, dan kita harap hingga 2022 itu naik double digit juga," ujarnya.

Reporter: Arief Rahman Hakim

Sumber: Liputan6.com [idr]