Pos Indonesia hadirkan layanan kirim barang Rp1.000 per Kg

PT Pos Indonesia (Persero) menghadirkan layanan pengiriman kargo dengan ongkos hanya Rp1.000 per kilogram yang ditujukan untuk mendukung tumbuh kembang usaha, mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Indonesia.

Direktur Bisnis Kurir dan Logistik Pos Indonesia Siti Choiriana mengatakan layanan kargo itu memiliki berat minimum pengiriman sebesar 30 kilogram dan tidak ada berat maksimal.

"Layanan kargo ini bisa untuk kirim barang seberat 100 kilogram, bahkan 1.000 kilogram. Kami bikin paket-paket yang murah produknya, yaitu Rp1.000 per kilogram dengan minimum berat barang 30 kilogram," ujarnya dalam keterangan di Jakarta, Senin.

Pos Indonesia punya komitmen kuat untuk mendukung dan mengembangkan UMKM melalui layanan logistik yang murah, aman, dan terpercaya. Apalagi, perseroan memiliki lebih dari 10.000 armada yang siap mendukung bisnis kurir dan logistik perseroan.

Baca juga: Pos Indonesia siapkan pelayanan logistik modern untuk IKN Nusantara

Choiriana menuturkan UMKM menjadi penggerak roda perekonomian nasional yang menyerap lebih banyak tenaga kerja dibandingkan sektor bisnis lainnya, sehingga keberadaan mereka perlu didukung agar bisa tumbuh semakin baik.

Menurut dia, layanan pengiriman kargo itu bisa membuat transaksi menjadi lebih mudah karena hanya Rp1.000 per kilogram. Jika pelaku UMKM mengirimkan satu bal pakaian dengan berat sekitar 50 kilogram, maka ongkos kirimnya hanya Rp50.000 untuk barang tersebut.

"Kami membuat produk layanan kargo supaya pengiriman makin besar dan pembelian UMKM semakin naik," kata Choiriana.

Lebih lanjut , ia menyampaikan konsumen yang ingin mendapatkan layanan itu perlu membawa barang ke kantor pos. Petugas akan memproses barang itu untuk di antar hingga ke kantor pos kota tujuan.

Baca juga: PT Pos Indonesia dukung pengiriman logistik terkait G20

Layanan pengiriman kargo Pos Indonesia Rp1.000 per kilogram dirilis sejak Maret 2022, sehingga masih tergolong baru.

Pos Indonesia masih menganalisa pasar untuk menyiapkan layanan pengangkutan berbasis truk agar petugas kurir bisa menjemput barang langsung ke rumah pemesan jasa tersebut.

"Kami lagi menyiapkan layanan truk supaya bisa masuk hingga ke depan rumah, sehingga barang yang berukuran besar bisa kami pick up," pungkas Choiriana.