Pos Indonesia raih penghargaan transformasi bisnis terbaik

PT Pos Indonesia (Persero) berhasil meraih penghargaan Indonesia Best Business Transformation Award 2022 dari SWA Media Group berkat kemampuan perseroan yang berhasil bangkit dari keterpurukan kinerja bisnis.

Direktur Bisnis Kurir dan Logistik Pos Indonesia Siti Choiriana mengatakan program transformasi yang telah dilakukan oleh Pos Indonesia adalah mendekatkan diri kepada kalangan milenial dan generasi Z yang membuat pendapatan dan laba perusahaan tumbuh positif dalam tiga dua tahun terakhir meski kondisi pandemi.

"Kami berhasil melakukan utilisasi seluruh aset yang terserak di seluruh Indonesia dengan program kolaborasi bisnis, serta menjalankan program digitalisasi yang masif, sehingga layanan aplikasi digitalnya sudah setara dengan perusahaan besar lainnya," kata Choirana dalam keterangan di Jakarta, Jumat.

Baca juga: Menteri BUMN yakin Pos Indonesia mampu salurkan BLT BBM tepat sasaran

Pada 2019, laba bersih Pos Indonesia tercatat minus Rp104,78 miliar, lalu naik 440 persen menjadi Rp355,90 miliar pada tahun 2020, dan kembali tumbuh 68 persen menjadi Rp599,34 miliar pada tahun 2021.

Choirana optimistis Pos Indonesia dapat terus mencatatkan pertumbuhan pangsa pasar dan laba bersih dengan menyasar kalangan milenial dan generasi Z mengingat pengguna jasa kurir sudah sangat berubah dengan komposisi 81 persen adalah generasi muda.

“Inilah tantangan Pos Indonesia, sehingga kami harus sangat berubah. Kami melakukan secara kuat untuk mendorong pengembangan formulasi pada bisnis kurir, logistik, dan pelayanan finansial,” jelasnya.

Program transformasi yang dilakukan oleh Pos Indonesia untuk mendekatkan diri kepada milenial dan generasi Z, salah satunya melalui aplikasi PosAja! yang dapat digunakan oleh para pelaku bisnis online mampu masyarakat umum untuk melakukan order pengiriman surat atau paket.

Selain itu, perusahaan pelat merah ini juga berhasil melakukan utilisasi seluruh aset yang terserak di seluruh Indonesia dengan program kolaborasi bisnis, serta menjalankan program digitalisasi yang masif, sehingga layanan aplikasi digitalnya sudah setara dengan perusahaan besar lainnya.

Baca juga: Pos Indonesia catatkan pertumbuhan pangsa pasar hingga 4,1 persen

Chief Editor SWA Kemal Effendi Gani mengatakan pihaknya mengadakan seleksi dalam ajang Indonesia Best Business Transformation Award 2022 untuk memotret dan mengapresiasi sejumlah perusahaan yang berhasil bangkit dari keterpurukan atau ancaman anjloknya kinerja berkat transformasi yang dijalankan.

Penghargaan bertajuk All Out Busibess Transformation to Accelerate Business Growth itu digelar secara daring pada 31 Agustus 2022.

“Dengan penilaian dari dewan juri yang kompeten dan melalui serangkaian tahapan seleksi, akhirnya terpilih 18 perusahaan yang berhak lolos sebagai finalis," kata Kemal.

Sebanyak 18 perusahaan finalis itu diwajibkan melakukan presentasi di depan dewan juri tentang apa dan bagaimana transformasi yang mereka jalankan. Dewan juri terdiri dari para ahli dan praktisi manajemen senior yang berpengalaman sebagai CEO di sejumlah korporasi besar.

Belasan perusahaan yang masuk sebagai finalis Indonesia Best Business Transformation Award 2022, di antaranya Pos Indonesia, Darma Polimetal, Bank Mandiri, Bahtera Adi jaya , PLN, Petrokimia Gresik, Pupuk Indonesia, Bank Maybank, Nojorono, Great Eastern Life, DV Medika, dan Indocement.

Baca juga: Pos Indonesia bidik pasar milenial dan generasi Z

Dewan Juri Elia Massa Manik mengatakan Pos Indonesia layak diapresiasi karena mampu mengubah model bisnis dengan lebih ekstrem dan intens melakukan pendekatan kepada konsumen.

“Pos Indonesia melakukan turn around terlebih dulu, setelah itu bertransformasi di dalam model bisnisnya. Manajemen Pos Indonesia luar biasa hebat karena hal ini tidak mudah. Ketika melakukan turn around dari kondisi mau bangkrut sampai mulai bernapas, pada saat yang sama mereka membuat produk dan layanan yang baru,” ungkap Elia.

Cakupan layanan produknya juga menyasar pasar yang lebih luas. Tidak saja pada produk existing yang menjadi konsumsi masyarakat kecil, tapi juga penetrasi pada produk premium di segmen pasar high-end.