Posisi dengan Persaingan Paling Sengit di Arema: Ada 7 Pemain Siap Pakai

Bola.com, Malang - Arema FC agresif di bursa transfer kali ini. Sudah 9 pemain lokal dengan nama besar sudah direkrut. Tim Singo Edan hanya menyisakan 3 slot pemain baru. Mereka sudah punya 27 pemain yang diproyeksikan untuk Liga 1 musim depan.

Label tim bertabur bintang juga disematkan untuk Arema. Jika melihat komposisi pemain yang ada, persaingan jadi pemain inti bakal sengit. Terutama di sektor sayap. Karena Arema menumpuk pemain dengan kualitas dan pengalaman setara di sana.

Ada tujuh pemain yang bisa menempati posisi sayap kanan dan kiri, yakni Irsyad Maulana, Ilham Udin Armaiyn, Adam Alis, Dendi Santoso, Tito Hamzah, Dedik Setiawan dan Kushedya Hari Yudo. Dua nama terakhir sebenarnya berposisi striker. Namun dalam Liga 1 musim lalu, keduanya sering dijadikan winger oleh pelatih Eduardo Almeida.

Sebenarnya ini bukan kali pertama Arema menumpuk winger. Musim lalu juga mereka punya stok sayap melimpah. Seperti Ridwan Tawainella, Feby Eka dan Ryan Kurnia. Ketiga pemain itu sekarang sudah dilepas. Posisinya digantikan Irsyad, Ilham dan Adam.

“Seperti yang selalu kami sampaikan, pemain yang didatangkan sesuai dengan list yang diberikan pelatih. Jadi, tidak ada penumpukan pemain. Kedalaman skuat yang diperbaiki,” kata Manajer Arema FC, Ali Rifki. Jadi, para pemain tersebut akan dibuat bersaing untuk dapat kesempatan sebagai starter.

Setiap Winger Punya Karakter Berbeda

Jika meliha tujuh pemain sayap yang dimiliki Arema FC, mereka punya karakter yang berbeda. Tidak semua mengandalkan kecepatan. Dendi Santoso, winger senior Arema ini punya karakter tenang dan sering memperlambat tempo permainan. Tapi dia punya akurasi umpan bagus.

Dedik Setiawan sewaktu-waktu bisa melakukan finishing dari lebar lapangan. Ilham Udin dan Tito yang bisa dibilang hampir mirip. Keduanya sama-sama sosok winger yang mengandalkan kecepatan.

Sedangkan Adam punya skill, akurasi umpan dan tembakan terukur. Yudo lebih pada daya skill dan karakternya yang ngotot. Sementara Irsyad, selain bisa menyuplai bola kepada striker, dia punya tendangan keras yang bisa sewaktu-waktu dilepaskan ke gawang lawan.

Jadi, Almeida tinggal memilih pemain yang sesuai dengan strateginya. Karena pelatih asal Portugal ini sering mengubah skema permainan berdasarkan siapa lawan yang dihadapi.

Komentar Irsyad Maulana

Winger anyar Arema, Irsyad Maulana meyakini jika kesempatan jadi starter terbuka untuk semua pemain. Dia yakin jika bisa memperlihatkan kemampuan terbaik dalam latihan, pelatih akan memberikan kesempatan di pertandingan resmi.

“Saya sudah tahu Coach Almeida saat sama-sama di Semen Padang. Dia pelatih yang tidak melihat nama besar pemain. Siapa yang di latihan bagus, dia yang akan dapat kesempatan,” kata Irsyad.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel