Posisi Menteri BUMN Bakal Dibajak Perempuan, Erick Thohir: Harus Lari ke Monas 10 Kali

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Menteri BUMN Erick Thohir meyakini program GirlsTakeOver yang akan mengganti sementara posisi pucuk pimpinan di Kementerian BUMN akan berjalan sukses.

Dalam program tersebut, sebanyak enam remaja perempuan akan memperebutkan kursi kepemimpinan Kementerian BUMN dan BUMN lain selama satu hari. Namun, Erick Thohir memberikan syarat kepada para anak muda tersebut.

"Untuk menggantikan saya proses butuh beberapa hari. Hari ini saya minta mereka lari ke monas 10 kali, karena jadi menteri butuh fisik. Dan mereka dijemur di tengah matahari. Karena kursi menteri panas," canda Erick Thohir dalam konferensi pers, di Gedung Kementerian BUMN, Senin (27/9/2021).

Di sisi lain, lewat program ini, Erick Thohir melihat adanya peluang dalam menuju transformasi di bidang human capital.

Menteri Erick merinci bahwa kesempatan bagi remaja perempuan kali ini sebagai cara untuk membuktikan bahwa perempuan juga bisa menjadi pengambil keputusan.

“kita yakini program ini sukses karena terbukti responnya luar biasa,” katanya.

Ia kemudian berharap tahun pertama gelaran GirlsTakeOver yang juga menggandeng Srikandi BUMN ini akan berjalan dengan baik.

Bahkan, Menteri Erick berharap gelaran serupa ini tak hanya berjalan sesekali, namun bisa berkelanjutan. Misalnya, ia menginginkan untuk kerja sama ini bisa dilanjutkan selama lima tahun kedepan.

“Kita harap forum human capital lakukan kerja sama lagi (dengan Plan Internasional Indonesia) untuk 5 tahun kedepan, saya minta Kementerian BUMN meng-handle ini, karena ini konkret,” tegasnya.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Fokus Edukasi

Menteri Erick Thohir dan sejumlah petinggi perusahaan BUMN lainnya akan digantikan oleh enam remaja perempuan.
Menteri Erick Thohir dan sejumlah petinggi perusahaan BUMN lainnya akan digantikan oleh enam remaja perempuan.

Lebih lanjut, Menteri Erick meminta keenam kaum muda tersebut bisa diarahkan untuk mendapatkan program beasiswa sebagai penyaluran CSR dari perusahaan pelat merah.

Sehingga hal tersebut, bisa sejalan dengan tujuan Kementerian BUMN yang ingin memfokuskan penyaluran CSR salah satunya ke sektor pendidikan atau edukasi.

“Saya harap ada ekstra tambahan yang enam terpilih ini masuk ke (program) scholarship yang dipunya,” katanya.

“Kita di Kementerian lagi benerin CSR kami, ingi fokus ke education, lingkungan hidup dan UMKM, ini sudah kami sampaikan ke 10 direksi BUMN,” katanya.

Informasi, enam perempuan telah terpilih dari lebih dari 7000 peserta yang mendafatar. Enam orang tersebut akan memiliki kesempatan untuk menjadi pemimpin di Kementerian BUMN dan beberapa perusahaan pelat merah lainnya.

Sementara itu, dari keenam remaja perempuan ini masih akan melalui beberapa seleksi untuk menentukan posisi mana yang akan dia emban. Termasuk siapa yang nanti akan menggantikan posisi Menteri Erick selama satu hari.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel