Posko Aduan Korban Pelecehan Gofar Hilman Dibuka, Sudah 8 Melapor

·Bacaan 2 menit

VIVA – Kasus pelecehan seksual yang diduga dilakukan oleh aktor sekaligus penyiar radio, Gofar Hilman, tak kunjung usai. Bahkan kini, sedang dalam tahap pengusutan.

Adalah LBH dan SAFEnet yang telah menginisiasi posko pengaduan untuk korban-korban pelecehan seksual tersebut. Sejauh ini, sudah ada 8 orang yang mengaku sebagai korban pelecehan dari Gofar Hilman.

Kasus ini berawal dari unggahan akun Nyelaras, @quweenjojo di Twitter. Pada 9 Juni 2021, akun Twitter tersebut menceritakan pengalamannya menghadapi pelecehan seksual fisik yang dilakukan oleh publik figur berinisial GH yang terjadi pada 2018 lalu, dalam sebuah acara musik yang berlangsung di Malang, Jawa Timur.

"Saat itu, berdasarkan penuturan pemilik akun Twitter @quweenjojo, ia mengalami kekerasan seksual berupa pelecehan secara fisik yang ditujukan pada bagian tubuh sensitif di ruang publik dengan disaksikan orang-orang," tulis LBH APIK dalam rilis yang diunggah di situs resminya, dikutip VIVA, Selasa 22 Juni 2021.

"Tindakan pelecehan seksual yang kemudian alih-alih mendapatkan pertolongan dari orang sekitar malah menuai komentar seksis yang menambah trauma pada korban," sambung dia.

Selanjutnya menurut LBH APIK, korban menceritakan pengalamannya melalui utas di Twitter agar pelaku menyadari perbuatannya tersebut dan tidak mengulanginya kembali, serta mengingatkan publik untuk tidak menjadikan pelecehan seksual di ruang publik sebagai bahan bercanda dan menolong korban adalah tanggung jawab semua orang.

"Setelah thread yang ku buat dibaca oleh banyak orang, ternyata beberapa orang menceritakan pengalaman tidak mengenakannya juga, aku enggak sendiri," tulis @quweenjojo di Twitter.

Hingga 17 Juni 2021, LBH APIK Jakarta telah menerima 8 aduan kasus terkait dengan pelecehan seksual yang dilakukan publik figur GH, termasuk aduan dari pemilik akun Twitter @quweenjojo.

"Melihat bahwa kemungkinan masih ada korban-korban yang belum berani bersuara, LBH APIK Jakarta dan SAFEnet serta para korban yang bersolidaritas membuka posko pengaduan untuk korban-korban lain yang ingin bersuara," kata dia.

LBH APIK Jakarta lebih lanjut menyebut, posko pengaduan kekerasan yang dilakukan Gofar Hilman sudah dibuka sejak 18 Juni 2021 kemarin.

"Posko pengaduan GH dibuat sebagai ruang aman untuk menguatkan sesama korban, dan menyediakan pendampingan hukum, konseling psikologi, serta keamanan digital jika diperlukan," tuturnya.

Untuk menjaga keamanan korban, pihak LBH APIK dan SAFEnet berjanji akan menjaga kerahasiaan aduan yang masuk.

"Misal dengan pengaburan identitas dan detail cerita, kecuali korban memutuskan sebaliknya," tulis LBH APIK.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel