Posko Mudik HKTI: Pulang Kampung, Bangun Desamu!

TRIBUNNEWS.COM - Untuk membantu para pemudik lebaran 2012, Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) membuka posko mudik yang terletak di lintas utama jalur Pantura Palimanan Kabupaten Cirebon.

Uniknya, selain menyediakan layanan informasi, tempat istirahat, toilet, air minum dan penganan kecil tradisional khas petani, serta pelayanan kesehatan, posko mudik HKTI ini juga membagi-bagi selebaran himbauan untuk membangun desa.

"Kita ingin agar mereka yang telah mengenyam pengalaman kota dapat menggali potensi dan cermat menangkap peluang ekonomi di desanya. Sehingga mereka dapat berusaha dan membangun desanya sendiri, tidak perlu lagi urbanisasi ke kota-kota besar," kata Imam Mustofa, fungsionaris DPN HKTI di sela-sela kegiatannya memantau aktivitas posko.

Menurut Imam, 68 persen penduduk Indonesia tinggal di pedesaan. Oleh karenanya pembangunan nasional tidak akan mampu mendatangkan kemajuan bangsa dan kemakmuran rakyatnya jika desa-desa tetap terbelakang. "Sayangnya, sumber daya manusia (SDM) terbaik justru lebih memilih mengadu nasib ke kota-kota besar, utamanya Jakarta. Desa dan sektor pertanian jadi terbengkelai," katanya.

Dari Posko Mudik HKTI ini diharapkan muncul inspirasi-inspirasi positif, kreatif dan produktif . Mereka yang asal-muasalnya dari desa dapat menemukan alih profesi yang lebih mensejahterakan di kampung halamannya dan mendorong pembangunan daerahnya sendiri. "Bukannya malah habis lebaran kembali lagi ke Jakarta dengan mengajak teman atau kerabatnya," imbuh Imam.  

IMAM MUSTOFA 
Wakil Sekretaris  Jenderal DPN HKTI
Gedung Arsip Kementerian Pertanian
Jl. Harsono RM No. 3 - Ragunan - Jakarta Selatan

TRIBUNNERS POPULER

  • Di Moskow Harga Sekilo Manggis Rp 127.575
  • Tati Romoeloes Bisa Disejajarkan dengan Tarot Reader Ternama


Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.