Posko Nataru Resmi Ditutup, Menhub Beri Banyak Catatan

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Posko Monitoring Penyelenggaraan Transportasi Periode Natal 2021 dan Tahun Baru 2022 (Posko Nataru) resmi ditutup. Namun, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menekankan pemantauan di simpul-simpul transportasi tetap dilakukan.

Diketahui, posko monitoring ini dilangsungkan selama periode libur Nataru sejak 17 Desember 2021 hingga 4 Januari 2022. Tujuannya untuk mengatur pergerakan dan memantau pelaksanaan protokol kesehatan di semua moda transportasi.

“Ini hari akhir melakukan posko tapi harapan saya kita tetap melakukan pemantauan terhadap pergerakan karena tugas kita bukan saja memantau masa Natal 2021 dan Tahun Baru 2022 tapi bagaimana membantu Kementerian dan Lembaga lain mengendalikan penyebaran covid-19, dengan menerapkan prokes ketat,” terang Menhub dalam penutupan Posko Monitoring Penyelenggaraan Transportasi Periode Natal 2021 dan Tahun Baru 2022, Selasa (4/1/2022)

Dengan selesainya pemantauan melalui posko tersebut, Menhub Budi meminta kepada direktorat jenderal terkait dan pihak lainnya untuk melakukan evaluasi pelaksanaan pemantauan secara menyeluruh. Tujuannya sebagai bahan untuk melaksanakan pemantauan serupa menyambut hari raya lebaran nanti.

“Dengan berakhirnya posko monitoring izin penyelenggaraan transportasi periode Nataru saya minta masing-masing dirjen dan kepala badan untuk melakukan analisis, juga teman-teman yang hadir baik dari polisi dari TNI dari Kementerian Lembaga dari BUMN melakukan evaluasi agar kita siap melaksanakan kegiatan di masa lebaran yang akan datang,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Pengembangan Usaha Jasa Marga, Mohamad Agus Setiawan mencatat peningkatan trafik sebesar 9,9 persen dibanding Nataru tahun lalu. kemudian puncak keluar kendaraan dari Jabodetabek paling tinggi pada 17 Desember 2021.

Sementara jumlah masuk kendaraan terjadi peningkatan sebesar 13,4 persen pada 2 Januari 2022.

“ini bisa menjadi acuan kami dalam mengantisipasi lebaran nanti,” katanya.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Meningkat 10 Persen

Kendaraan melintasi ruas tol Jakarta-Merak, Tangerang, Sabtu (18/12/2021). Pemerintah menerapkan sejumlah syarat perjalanan darat bagi penumpang atau pengguna moda transportasi darat selama libur Natal dan Tahun Baru 2022 (Nataru), salah satunya menunjukkan kartu vaksin. (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Kendaraan melintasi ruas tol Jakarta-Merak, Tangerang, Sabtu (18/12/2021). Pemerintah menerapkan sejumlah syarat perjalanan darat bagi penumpang atau pengguna moda transportasi darat selama libur Natal dan Tahun Baru 2022 (Nataru), salah satunya menunjukkan kartu vaksin. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi memberikan sejumlah catatan penting pasca pelaksanaan posko monitoring penyelenggaraan transportasi periode Natal 2021 dan Tahun Baru 2022 (Nataru). Ia mencatat ada peningkatan 10 persen setelah diakumulasi di seluruh moda transportasi.

Diketahui, posko monitoring ini dilangsungkan selama periode libur Nataru sejak 17 Desember 2021 hingga 3 Januari 2022. Tujuannya untuk mengatur pergerakan dan memantau pelaksanaan protokol kesehatan di semua moda transportasi.

Secara umum, penumpang angkutan darat, angkutan laut, dan udara mengalami peningkatan sebesar 10 persen dengan dominasi paling besar di moda transportasi Kereta Api yang naik sebesar 56 persen.

“Lalu angkutan jalan 25 persen, angkutan udara 10 persen, angkutan penyeberangan 1 persen, dan angkutan laut mengalami penurunan 26 persen,” katanya dalam penutupan Posko Monitoring Penyelenggaraan Transportasi Periode Natal 2021 dan Tahun Baru 2022, Selasa (4/1/2022).

“Angka-angka itu menunjukkan bahwa masyarakat ingin tetap pergi tapi juga kita berikan pelayanan yang baik,” imbuhnya.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel