Posling, Pencegahan Stunting di Masa Pandemi COVID-19

Bayu Nugraha, Muhammad AR (Bogor)
·Bacaan 2 menit

VIVA – Berjalan dari rumah ke rumah (door to door) menyambangi setiap rumah bayi, balita dan ibu hamil masih menjadi rutinitas para kader-kader posyandu di masa pandemi COVID-19. Selain menjalankan program Posyandu, Para kader juga menerapkan dan menyosialisasikan pentingnya mematuhi protokol kesehatan 3M (Menggunakan Masker, Mencuci tangan, dan Menjaga Jarak) dan tidak berkerumun.

Para kader Posyandu ini selalu berkeliling dengan ciri khas mereka yang membawa tas berisi perlengkapan menimbang serta vitamin untuk bayi dan balita. Seolah tak mengenal lelah, pada kaum ibu itu selalu ramah dalam melayani masyarakat.

Seperti salah seorangnya, Meira Sofia. Sambutan antusias dan bahagia dari para ibu hamil, dan ibu bayi dan balita sudah cukup menjadi energi penyemangat di dalam rutinitas Posling ini. Setelah sekian lama terhenti, akhirnya Posyandu mulai kembali berjalan. Namun dengan prosedur serta protokol kesehatan yang ketat.

"Di awal masa pandemi COVID-19, kegiatan posyandu sempat terhenti dan hanya melakukan pemantauan via grup WhatsApp dengan sasaran bayi/balita dan ibu hamil," tutur Meira yang juga Ketua Pokja 4 Tim Penggerak PKK Kota Bogor itu.

Lanjut Meira menuturkan, dengan terhentinya kegiatan Posyandu selama beberapa bulan, menjadi kekhawatiran bagi Tim Penggerak PKK dan DPMPPA Kota Bogor akan terjadinya stunting pada bayi dan balita. Tak ayal, pada Agustus lalu bertepatan dengan bulan imunisasi, Posyandu kembali digerakkan dengan konsep posyandu Keliling (Posling).

"Ada jadwal keliling untuk para kader mendatangi rumah-rumah sasaran didampingi tim dari Puskesmas dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat " imbuh Meira.

Kegiatan Posling ini sangat diapresiasi para ibu dan ibu hamil, karena mereka tidak perlu lagi datang ke Posyandu yang rentan penularan COVID-19 karena kerumunan. Tak hanya itu dengan Posling cakupan sasaran pun menjadi lebih tinggi.

"Pelayanan posyandu di Posling itu utamanya penimbangan bayi dan balita, penyuluhan ketika timbangan bayi dan balita berkurang dan juga pemberian vitamin," pungkasnya.

Dalam Posyandu keliling juga kampanye menggalang dipatuhinya protokol kesehatan dengan mengunakan masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak.

Wali Kota Bogor, Bima Arya, menjelaskan, Kampung ABC adalah (Aman Bencana COVID-19). Di dalamnya unsur PKK Pemkot Bogor, komunitas dan masyarakat bersama membangkitkan kesadaran masyarakat hidup sehat.

"Di Kelurahan Tegal Gundil, Kecamatan Bogor Utara, adalah ikhtiar bersama dalam bidang preventif, promotif, rehabilitatif, dan kuratif untuk bersama-sama ikhtiar memenangkan perang melawan COVID-19. Ini adalah gerak bersama. Ada tim penggerak PKK Pemerintah Kota, komunitas, swadaya masyarakat yang bersama-sama beriktiar membangkitkan kesadaran masyarakat hidup sehat di bidang advokasi hukum ekonomi dan sosial dengan kesatuan gerak PKK, Posyandu dan juga seluruh elemen, kita bersama-sama memaksimalkan ikhtiar kita untuk hidup sehat dan menang melawan COVID-19," kata Bima.

#pakaimasker

#jagajarakhindarikerumunan

#cucitanganpakaisabun

#ingatpesanibu

#satgascovid19

Baca juga: 15 Penjual Gas Elpiji 3 Kg di Atas HET di Kalsel Ditangkap