Poster Kampanye Hitam Cagub DKI Bertebaran

Liputan6.com, Jakarta: Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pilkada) Provinsi DKI Jakarta 2012 akan digelar sebentar lagi. Namun kondisi prakampanye sudah mulai panas. Lantaran, kampanye hitam yang menyerang kandidat bakal calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta sudah terlihat di beberapa tempat.

Salah satunya, kampanye hitam yang menyerang kandidat bakal calon gubernur dan wakil gubernur dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dan Partai Gerindra, yakni Joko Widodo (Jokowi) dan Basuki Tjahya Purnama (Ahok). Pantauan liputan6.com, Kampanye hitam tersebut terlihat dari selebaran kertas atau poster yang ditempel di tembok-tembok rumah warga dan beberapa di tiang listrik di Jalan Atthahiriah, Pejaten Barat, Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

Tak hanya ditempel, poster-poster yang menyudutkan salah satu kandidat cagub Jakarta tersebut juga berserakan di jalan raya. Tak heran, warga yang melintas jalan itu juga melihat dan membaca isi tulisan dari poster tersebut.

Dalam kampanye hitam tersebut ada tiga poin yang tertulis, yakni yang pertama tertulis mengenai pemaparan bahwa Kota Solo merupakan kota terkorup ke empat Jawa Tengah. Menurut si pembuat kampanye hitam tersebut, semua data diambil dari KPaKKN Jawa Tengah. Jokowi yang merupakan Cagub DKI Jakarta saat ini masih menjabat sebagai Wali Kota Solo.

"Budaya Korupsi di Pemerintahan Kota Solo adalah kota korupsi terbesar nomor empat di Jawa Tengah," tulis isi selebaran tersebut. Tertulis pada poster berwarna putih keabu-abuan tersebut yang menempel di tembok rumah warga.

Selain itu, di tulisan nomor dua dalam poster tersebut tertulis bahwa jumlah penduduk miskin Solo di tahun 2009 sebanyak 107.500 jiwa, meningkat empat persen di tahun 2009 menjadi 130 ribu. Dan yang ketiga, di setiap tahun Kota Solo mengalami banjir, bahkan rumah keluarga Wakil Wali Kota Solo kebanjiran pada Januari 2012. "Tolah pemimpin haus kekuasaan dan tidak amanah," tulis selebaran yang disertai kata Tolak Jokowi.

Parahnya, poster kampanye hitam tersebut menempel di depan poster kandidat cagub dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Hidayat Nur Wahid. Hingga berita ini diturunkan, poster tersebut masih menempel di tembok rumah warga dan belum ada orang yang bertanggung jawab atas penyebarannya.(ULF)