Posyandu Itu Penting Loh!

Syahdan Nurdin, fatmazulaehanurmala-99
·Bacaan 2 menit

VIVA – Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) atau Sustainable Development Goals (SDGs) adalah pembangunan yang menjaga peningkatan kesejahteraan ekonomi masyarakat secara berkesinambungan.

SDGs setidaknya memiliki 17 tujuan pembangunan, salah satunya yaitu mewujudkan Desa peduli kesehatan dan kesejahteraan. Dalam tujuan SDGs nomor 3 ini, terdapat beberapa target didalamnya. Salah satu target dari tujuan nomor 3 TPB adalah penurunan kematian ibu dan bayi.

Seperti yang kita ketahui, Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) merupakan kegiatan swadaya dari masyarakat di bidang kesehatan. Posyandu memiliki tujuan yang sama dengan SDGs dari bidang kesehatan. Mempercepat penurunan angka kematian ibu dan bayi, Mempercepat penerimaan NKKBS, dan Meningkatkan kemampuan masyarakat.

Umumnya terdapat 4-6 Posyandu dalam satu Desa. Posyandu hadir terutama untuk memberikan pelayanan kepada ibu dan bayi, dan orang lanjut usia (Posyandu Lansia). Posyandu dengan 7 kegiatan utamanya siap melayani masyarakat dengan sebaik mungkin. 7 kegiatan utama Posyandu atau yang dikenal dengan isitlah sapta krida Posyandu, adalah:

1. Kesehatan Ibu dan Anak (KIA)
2. Keluarga Berencana (KB)
3. Imunisasi
4. Peningkatan gizi
5. Penanggulangan diare
6. Sanitasi dasar
7. Penyediaan obat esensial

Posyandu juga sangat terpercaya karena selain masyarakat setempat, para tenaga medis Puskesmas pun melayani langsung. Mulai dari memberi obat, vaksin, imunisasi, sampai konsultasi. Obat-obatan yang tersedia pun didatangkan langsung dari Puskesmas. Selain itu, Posyandu ini melayani kesehatan masyarakat tidak dipungut biaya.

Sumber: sehatq.com
Sumber: sehatq.com

Sumber: sehatq.com

Adanya Posyandu sangat membantu masyarakat untuk mengatasi permasalahan kesehatan. Terbukti dari Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) dari tahun ke tahun. (SDKI) menunjukkan angka kematian ibu melahirkan menurun dari 390 kematian per 100.000 kelahiran pada 1990 menjadi 228 kasus pada 2007.

Angka kematian bayi menurun dari 70 kematian per 1.000 bayi lahir pada 1986 menjadi 34 pada 2007. Angka kematian balitamenurun dari 69 kematianper 1.000 kelahiran pada 1993 menjadi 44 pada 2007.

Begitu berdampaknya peran Posyandu untuk mempercepat penurunan kematian ibu dan bayi. Untuk itu, marilah kita ikuti kegiatan Posyandu untuk mendukung tujuan SDGs. Selalu perhatikan kesehatan diri dan sekitar, serta menjaganya.