Potensi Besar Pariwisata, Vaksinasi dan Dukungan Polri

Fikri Halim
·Bacaan 2 menit

VIVA – Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) mengemukakan, pandemi COVID-19 dalam setahun terakhir telah memporak-porandakan sektor pariwisata di tanah air. Pada April 2020, jumlah wisatawan mancanegara (Wisman) anjlok 87,44 persen dari tahun sebelumnya. Sementara tingkat hunian kamar di bawah 12,67 persen, restoran sebagian besar tutup, dan destinasi pariwisata ditutup sementara.

“Tumpuan pemulihan pariwisata adalah pemulihan bertahap dari wisawatan Nusantara (wisnus) dan wisman dan pembukaan Bali sebagai brand pariwisata dunia dengan protokol kesehatan dan kebersihan yang ketat,” kata Ketua Umum Apindo Haryadi Sukamdani pada sebuah webinar yang diselenggarakan di Jakarta, Rabu, 10 Maret 2021.

Namun demikian, dia melihat potensi besar kebangkitan sektor pariwisata di tahun 2021, di mana para pihak yang semula menahan spending alias belanja pada 2020 akan membelanjakannya di 2021. Hal ini tentu dalam kondisi penanganan pandemi yang diiringi dengan pelaksanaan vaksinasi di masyarakat.

Karena itu, Haryadi menilai faktor yang menjadi game changer kebangkitan sektor pariwisata di Indonesia, adalah keberhasilan vaksinasi massal COVID-19. Dia juga menyampaikam optimismenya program vaksinasi nasional akan sukses.

"Kalau vaksinasinya sukses pemulihan pariwisatanya akan lebih cepat, demikian pula sebaliknya," tutur Haryadi.

Dalam kesempatan yang sama, Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) mengakui bahwa Indonesia memiliki potensi yang luar biasa dalam bidang pariwisata. Hal ini terlihat dari jumlah kunjungan wisman ke Indonesia yang mengalami kenaikan signifikan dari 10,41 juta pada 2015, naik menjadi 12,01 juta pada 2016, 14,04 juta 2017, dan 15,81 juta 2018.

Untuk itu, Polri pun mendukung pembukaan kembali objek-objek pariwisata di tanah air, khususnya Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) di tengah masa pandemi COVID-19, dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat dan disiplin.

“Pariwisata menggeliat, ekonomi bangkit. Tapi jangan lupa, patuhi protokol kesehatan,” kata Kepala Divisi (Kadiv) Humas Polri, Irjen Pol Raden Prabowo Argo Yuwono dalam sambutan tertulis yang dibacakan Karo Telemedia Brigjen Pol Muharrom Riyadi.

Sementara itu, Deputi Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kemenparekraf, Hari Santoso Sungkar menambahkan, adanya tren perubahan pola tujuan pariwisata akibat pandemi COVID-19. "Ada kecenderungan pariwisata udara terbuka lebih disukai wisatawan," ungkap Hari.

Ia menyampaikan pemerintah berupaya melakukan inovasi untuk beradaptasi dalam pengembangan pariwisata di masa pandemi COVID-19.

Sementara Kabid Perubahan Perilaku Satgas Penanganan COVID-19 Sonny Harry B. Harmadi mengemukakan, industri pariwisata telah dipersiapkan untuk menerima kunjungan wisatawan. Namun perlu dukungan masyarakat dengan tetap menjaga perilaku sesuai 3M untuk wisata lebih aman, nyaman, sehat, dan berkelanjutan.

Mengenai protokol kesehatan di tempat wisata, Sonny menguraikan, terdiri atas: a. membentuk satgas pada setiap lokasi wisata; b. menyiapkan ruang isolasi sementara; c. memahami prosedur penolongan pertama; d. memastikan penerapatan protokol kesehatan 3M; d. siapkan wastafel dan sabun cuci tangan; e. memasang poster/stiker pengingat 3M; f. menjaga kebersihan tempat wisata; dan g. Memastikan penerapan CHSE (cleanless, health, safety, and enviromental suistainability) di tempat wisata.

“Sejumlah instansi, termasuk TNI, Polri, Pemda, bersinergi untuk mengawasi pelaksanaan protokol kesehatan di tempat wisata itu,” ujar Sonny.