Potensi Bisnis Haji di Indonesia Capai Rp 20,5 Triliun

Liputan6.com, Jakarta - Bank Permata melihat peluang dan potensi bisnis haji di Indonesia mengalami pertumbuhan setiap tahun. Untuk tahun ini, potensi jumlah dana haji diproyeksikan mencapai Rp 20,5 triliun.

Direktur Unit Usaha Syariah Bank Permata Herwin Bustaman menjelaskan, kuota haji sejak 2017 hingga 2019 selalu sama yaitu 221 ribu jemaah. Namun untuk pendaftarnya terus mengalami kenaikan. 

"Pendaftar itu capai 607 ribu orang di 2017, naik lagi jadi 679 ribu orang pada 2018, dan naik hampir 750 ribu orang di tahun lalu,” kata Herwin dalam acara exclusive online media session PermataTabungan iB Haji, Kamis (14/5/2020).

Menurutnya, melihat kuota haji yang tidak bertambah sedangkan peminat terus membludak otomatis jumlah antrian semakin panjang. Ia menyebut data yang diperoleh dari Kementerian Agama, waktu keberangkatan ibadah haji rata-rata untuk setiap provinsi yakni 12 hingga 39 tahun sejak pendaftaran haji.

Lanjut Herwin, memang 10 besar pendaftar haji masih di dominasi dari pulau Jawa, yakni Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Banten, DKI Jakarta, kemudian disusul dengan daerah Sulawesi Selatan, Sumatera Selatan, Sumatera Utara, Lampung, Nusa Tenggara Barat.

Sehingga jumlah pendaftar haji tumbuh rata-rata dari tahun 2016-2019 sebesar 10 persen setiap tahun.

“Kalau dimulai dari awal diusia dini 17 atau 21 atau 24 tahun itu mungkin akan terlalu lama untuk menunggu pendaftaran haji tersebut, hingga tahun 2019 sendiri sudah ada sekitar 3 juta pendaftar yang masih dalam antrian menunggu waktu keberangkatan haji,” ujarnya.

Maka dari itu, Herwin mengatakan pihaknya hadir untuk membantu masyarakat yang ingin menunaikan ibadah haji dengan menabung sejak dini, dengan meluncurkan PermataTabungan iB Haji.

 

 

Program Bank Permata

Umat Muslim melaksanakan salat dengan menghadap Kakbah di Masjidil Haram, Makkah, Arab Saudi, Kamis (16/8). Jutaan umat Islam dari berbagai negara semakin memadati Masjidil Haram menjelang puncak pelaksanaan ibadah haji. (AP Photo/Dar Yasin)

Ia mengatakan waktu dulu proses pendaftaran porsi haji itu membutuhkan waktu 1-2 hari, tergantung apakah ada bank syariah terdekat dengan Kementerian Agama.

Biasanya calon ibadah haji ini mendaftarkan dulu ke Kantor Kementerian Agama yang berada di kota-kota Kabupaten, setelah itu mendapatkan surat untuk disetorkan dana tersebut ke bank syariah terdekat, setelah itu mereka harus kembali lagi ke Kementerian Agama dan mendapat antrian haji.

“Sejak 2016 Permata Bank Syariah kita sudah melakukan inovasi dengan membuka counter-counter Permata Bank Syariah di kantor-kantor Kementerian Agama di kota-kota madya dan kabupaten, dengan adanya counter tersebut proses bisa dilakukan dalam 36 menit,” ujarnya.

Herwin menambahkan, bahwa saat ini sudah ada 26 lantap sebagai entry point bagi nasabah untuk mendapatkan produk tabungan haji. Oleh karena itu, pihaknya merencanakan untuk memperluas lantap di wilayah potensial lainnya untuk melayani pendaftar haji nasional sebanyak 23 lantap atau counter.

“Sekarang ini memang ada 26 counter (lantap) rencana akan dibuka beberapa tahun ini,” pungkasnya.