Potensi Diaspora Indonesia di Luar Negeri Sebagai Aset Negara

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Washington D.C - Keberadaan diaspora Indonesia di Amerika Serikat, termasuk masyarakat muslim, menjadi sarana dan aset penting untuk membangun negara Indonesia dan mencetak generasi unggul di masa depan yang tidak lupa akan akar bangsa.

Pernyataan ini disampaikan oleh Duta Besar RI untuk AS, Rosan Perkasa Roeslani, saat membuka secara resmi Muktamar Indonesian Muslim Society in America (IMSA) – Malaysian Islamic Student Group (MISG) pada 26 Desember 2021 di Los Angeles.

Dalam kesempatan tersebut, Dubes Rosan yang hadir bersama istrinya, Ayu Rosan, berharap kegiatan Muktamar dapat menghasilkan upaya-upaya konkrit dan kontributif dalam menyuarakan pesan-pesan Islam sebagai rahmatan lil-aalamin di AS.

"Kita patut berbangga sebagai muslim Indonesia karena selama ini dianggap sebagai wajah dari Islam yang ramah, berjalan beriringan dengan mordernitas, demokrasi dan menjunjung tinggi hak-hak perempuan. Oleh karenanya, kita harus terus meningkatkan upaya-upaya untuk menunjukkan hal tersebut," imbuh Dubes RI yang menggunakan kesempatan Muktamar IMSA ini untuk memperkenalkan diri sebagai Dubes RI yang baru.

Dubes Rosan tercatat sebagai Dubes RI ke-21 yang pernah bertugas di Amerika Serikat, demikian disebutkan dalam rilis yang diterima Liputan6.com dar

Sementara itu, dalam sambutannya, Presiden IMSA, Aria Novianto menyampaikan apresiasi atas dukungan konsisten Perwakilan RI.

"Alhamdulillah, seperti biasa, dukungan tersebut sangat berperan besar dalam kegiatan ini. Saya berharap Muktamar yang bertema 'Unity Through Community: Stronger Together' ini dapat mendatangkan banyak manfaat nyata dan semakin memperkuat tali persaudaraan kita semua", imbuh diaspora Indonesia asal Demak yang sudah bermukim puluhan tahun di AS ini.

Senada dengan Dubes RI, Konsul Jenderal RI di LA, Saud Putranto Krisnawan menegaskan peran penting para peserta Muktamar.

"Saya harap melalui peran aktif peserta dalam Muktamar ini, kita semua dapat lebih memahami makna dan meningkatkan persatuan, tidak hanya diantara sesama muslim Indonesia dan Malaysia, namun juga dengan komunitas-komunitas antar agama di AS," ujar diplomat Indonesia yang sebelumnya pernah bertugas di Washington DC dan Sydney ini.

Setelah sesi pembukaan, Dubes Rosan juga berkesempatan berkeliling arena Muktamar, menyapa sesi kegiatan peserta Muktamar youth dan berdiskusi dengan Board of Trustee IMSA.

Turut hadir dalam acara pembukaan Muktamar IMSA-MISG tersebut antara lain Wakil Duta Besar RI untuk AS, Iwan Freddy Hari Susanto, Presiden MISG, Zabidi Yusoff, dan Presiden Indonesia Muslim Foundation (IMFO) LA, Dwirana Satyavat, serta para Imam dan perwakilan masjid-masjid maupun komunitas Islam Indonesia di AS. Hadir pula Konsul Jenderal Malaysia di LA, Anil Fahriza Adenan.

Muktamar IMSA-MISG tahun ini dihadiri sekitar 1.300 diaspora Muslim Indonesia dan Malaysia, dimana 700 diantaranya ketegori pemuda, yang tidak hanya berasal dari AS, namun juga Kanada.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Dihadiri Ribuan Diaspora

Rosan Perkasa Roeslani saat membuka secara resmi Muktamar Indonesian Muslim Society in America (IMSA) – Malaysian Islamic Student Group (MISG) (KBRI Washington D.C)
Rosan Perkasa Roeslani saat membuka secara resmi Muktamar Indonesian Muslim Society in America (IMSA) – Malaysian Islamic Student Group (MISG) (KBRI Washington D.C)

Muktamar IMSA-MISG tahun ini dihadiri sekitar 1.300 diaspora Muslim Indonesia dan Malaysia, dimana 700 diantaranya ketegori pemuda, yang tidak hanya berasal dari AS, namun juga Kanada.

Muktamar tahun ini, selain berisi berbagai diskusi untuk meningkatkan peran dan kualitas diaspora Muslim Indonesia di AS, juga mengangkat agenda pemberdayaan generasi muda dan perempuan, seperti kewirausahaan.

Selama berlangsungnya Muktamar, Panitia menerapkan protokol kesehatan Covid-19 yang sangat ketat.

"Seluruh peserta Muktamar wajib menunjukkan bukti vaksinasi atau bukti negatif tes PCR, termasuk anak-anak", tegas Vembri Prihardono, Sekjen IMSA.

Kegiatan Muktamar IMSA ini disambut antusiasme yang tinggi dari para peserta. Beberapa diantaranya bahkan datang dari berbagai penjuru di AS.

"Kegiatan ini memang selalu ditunggu. Selain ajang silaturahmi, banyak ide baru untuk memperkaya kualitas diri dan memperkuat persatuan masyarakat Muslim di AS" ujar Syafrin Murdas, mantan Presiden IMSA yang berdomisili di negara bagian Virginia.

Peserta lain, yakni Irwan Tantru dan istrinya, Baiq Herawati, yang juga berasal dari Virginia, bahkan rela naik mobil selama enam hari menjelajahi ribuan kilometer dan melewati berbagai negara bagian di AS untuk sampai ke kota Los Angeles.

Sejak terbentuk pada tahun 1998, IMSA telah menjadi organisasi yang awalnya terdiri dari para pelajar dan mahasiswa Indonesia menjadi sebuah organisasi masyakarat keagamaan, amal, ilmiah, sastra, pendidikan dan nirlaba. Kegiatan Muktamar IMSA-MISG 2021 merupakan kegiatan tahunan ke-23 sejak pertama kali dilaksanakan pada tahun 1998.

Infografis 5 Cara Tidak Tertular COVID-19 dari Orang Tanpa Gejala

Infografis 5 Cara Tidak Tertular Covid-19 dari Orang Tanpa Gejala (Liputan6.com/Niman)
Infografis 5 Cara Tidak Tertular Covid-19 dari Orang Tanpa Gejala (Liputan6.com/Niman)
Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel