Potensi Ekonomi Digital RI Rp 1.700 Triliun, Jangan Sampai Dicaplok Asing

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta Potensi ekonomi digital dalam negeri dinilai sangat besar dan akan terus tumbuh dalam beberapa tahun ke depan. Pada 2025, potensi ekonomi digital diperkirakan sebesar Rp 1.700 triliun.

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengingatkan jangan sampai peluang ini dimanfaatkan oleh asing.

"Potensi ekonomi digital 2025 sebesar Rp1.700 triliun. Jangan sampai ini dimanfaatkan produk luar sehingga perlu upaya bersama. Agar protensi ekonomi digital dikuasai produk dalam negeri," ujar Teten, Jakarta, Kamis (28/10/2021).

Teten mengatakan, saat ini sistem dagang dunia tidak lagi konvensional melainkan sudah merambah digital. Pembeli dan penjual tak lagi diharuskan bertemu tetapi terhubung melalui jejaring digital.

Untuk itu Indonesia harus bersiap. "Dunia terhubung digital, antara produsen dan konsumen terhubung. Middle main mungkin akan berkurang. Kita harus siapkan itu. Direktori digital menjadi penting menghubungkan buyer di pelosok. Kami senang sekali terus mendorong ekosistem bisnis," katanya.

Alasan Penting

Ilustrasi ekonomi digital. Freepik.
Ilustrasi ekonomi digital. Freepik.

Faktor ini menjadi alasan penting pemerintah untuk mendorong UMKM masuk digital. Apalagi di tengah pandemi minat berbelanja secara online terus naik.

"Ini penting mendorong UMKM masuk digital, total ada 22 kementerian menangani UMKM. Target pada 2024 sebanyak 30 juta UMKM kita masuk ke digital. Sekarang sudah 16, 24 juta. Transaksi e-commerce selama pandemi masuk naik 53 persen atau 3 juta per hari. Pendapatan ekonomi digital Rp640 triliun, ini juga masih ditengah pandemi," tandasnya.

Reporter: Anggun P Situmorang

Sumber: Merdeka.com

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel