Potensi omzet kuliner mi asal Surabaya di Jakut capai Rp1 miliar

Potensi omzet kuliner mi asal Surabaya (Jawa Timur) di Jakarta Utara berkisar Rp900 juta hingga Rp1 miliar per bulan.

"Di sini, kami memiliki proyeksi omzet itu di angka Rp900 juta sampai Rp1 miliar per bulan," kata pemilik generasi ketiga Mie Mapan, William Christian Tedjo (25) saat peluncuran gerai Mie Mapan di Jalan Boulevard Raya Blok TB2 No.20-21, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Kamis.

Mie Mapan mengikuti jejak restoran es krim legendaris dari Surabaya Zangrandi yang lebih dulu membuka gerai di Jakarta Utara. Namun restoran es krim itu memilih kawasan Pantai Indah Kapuk.

Selain itu juga ada Warung Bu Kris yang memiliki menu penyet khas Jawa Timur, yang membuka dua cabang di Kelapa Gading dan Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara (Jakut).

Pemilik generasi kedua Mie Mapan, Ingrid Wijaya (49) menambahkan, usaha warung makan keluarganya mengandalkan mi autentik, resep turun-temurun dari pemilik generasi pertama Ting Yek Sin (80) dan Jang Hwa Heng (81), untuk memikat pelanggan Indonesia yang menggemari makanan berbahan dasar gandum tersebut.

"Kami tidak ingin cuma masyarakat Surabaya yang merasakan, tapi yang di Jakarta juga bisa merasakan bagaimana tekstur mi yang resepnya sama dari generasi ke generasi itu," kata Ingrid.

Baca juga: Kuliner asal Surabaya Mie Mapan buka cabang di Jakarta

Pilihan menu bagi yang suka manis, dapat mencoba Mie Yamin Karage atau Mie Katsu Asam Manis. Bagi yang suka asin, bisa mencoba pangsit Mie Bakwan atau Pangsit Mie Ayam.

Bagi yang suka gurih, bisa mencoba Mie Kare Ayam atau Song Mie Ayam Jamur. Selain itu, ada menu yang unik seperti Mie Otot dan Mie Babat.

Tidak hanya mi, pengunjung juga bisa menikmati sajian penyetan khas Surabaya yang siap memanjakan lidah yang suka pedas dan tersedia penyet keroyokan yang jumbo untuk porsi tiga sampai empat orang.

Jika memesan untuk dibawa pulang atau pesan antar, pelanggan bisa membawa cobeknya juga sekalian yang diberikan cuma-cuma.

Baca juga: Pemkot Jakarta Utara bangkitkan UMKM lewat Bakul Festival Jakarta 2022

CEO Mie Mapan Jang Steven Sanjaya (51) mengatakan, momen keluarga adalah "senjata" utama yang mereka punya, sebab awal mula berdirinya warung pertama Mie Mapan di garasi rumah mereka di Rungkut, Surabaya, adalah untuk membiayai kehidupan mereka sehingga bisa mandiri seperti sekarang.

"Tak dipungkiri bahwa keluarga adalah bagian yang penting bagi hidup setiap orang, maka hal yang berhubungan dengan keluarga mesti diberikan yang terbaik," kata Steven.

Steven berharap momen pembukaan cabang pertama di Jakarta itu merupakan langkah awal menjadikan Mie Mapan sebagai jenama nasional dengan membuka cabang-cabang lainnya di Jakarta. Selanjutnya, Steven ingin jenama Mie Mapan bisa tembus pasar Asia.

"Kata teman-teman kami di Surabaya, kalau belum sukses buka cabang di Jakarta, belum dianggap usaha berskala nasional," kata Steven pula.

Mie Mapan resmi dibuka untuk umum pada Jumat (2/9), diawali dengan memberikan gratis siomay goreng bagi yang memberikan ulasan terkait gerai Mie Mapan Kelapa Gading di Google.

Promo itu berlangsung hingga 18 September 2022. Untuk gerai Mie Mapan buka setiap hari pukul 08.00-22.00 WIB.